Results 1 to 7 of 7

Thread: Menggali Kembali Rasa Kebangsaan Melalui “Indonesia Maharddhika”

  1. #1
    Join Date
    Apr 2007
    Location
    Jakarta
    Posts
    2,978
    Nama asli
    Noviari Sugianto
    Rep Power
    162

    Menggali Kembali Rasa Kebangsaan Melalui “Indonesia Maharddhika”

    Menggali Kembali Rasa Kebangsaan Melalui
    “Indonesia Maharddhika”

    Peluncuran Album “Indonesia Maharddhika”

    [URL=http://s855.photobucket.com/user/moio27/media/Indonesia%20maharddhika%20launching%20album/10363488_10153085327456258_45001529212574986_n_zps 2426d68e.jpg.html][/URL]

    Dekade 70an merupakan era kebangkitan musik Progressive Rock. Band-band seperti Yes, ELP, Crimson King, Kansas, Rush, dll muncul di antara serbuan musik disko dan funk mengibarkan bendera progressive rock (yang saat itu disebut juga art rock). Gaung progressive rock sampai juga ke tanah air. Mulai banyak musisi tanah air yang gemar memainkan musik njlimet bin ribet ini.

    Guruh Gipsy, sebuah band yang digawangi para seniman dan musisi idealis, adalah salah satu band pengusung musik njlimet ini. Bahkan boleh dibilang mereka adalah pioneer pengusung musik progressive rock di tanah air. Selain musisi yang idealis, para anggota Guruh Gipsy juga adalah pemuda yang memiliki rasa kebangsaan yang tinggi. Terlihat dari karya-karya mereka yang bertema kebangsaan, baik dari segi lirik, semangat dan dari musiknya sendiri. Mereka juga banyak memadukan musik tradisionil tanah air dengan musik modern, dengan demikian mengangkat eksistensi musik asli budaya bangsa untuk membaur dalam serbuan musik budaya modern.

    Lebih dari 35 tahun kemudian, pada awal dekade 2010an, tiga orang penikmat musik progressive rock, memiliki sebuah ide. Mereka adalah Kadri Muhammad, Yenni dan Ninotz. Di tengah-tengah kelesuan industri musik tanah air, ketiga penikmat musik ini mencoba membangkitkan musik Indonesia yang kreatif dan bermutu. Selain itu, mereka juga ingin membangkitkan kembali rasa kebangsaan yang makin lama makin tenggelam di antara berbagai berita-berita perpecahan dan konflik yang melanda tanah air.

    Karya bertajuk “Indonesia Maharddhika”, sebuah karya yang pernah diusung Guruh Gipsy, menjadi target utama mereka. Lagu karya Roni Harahap dan Guruh Soekarno Putra, ini sarat dengan pesan dan semangat kebangsaan, serta merupakan karya musik yang memiliki komposisi yang ribet tapi juga bercita rasa tinggi. Sebuah proyek pun dibentuk untuk mengangkat kembali karya ini. Para musisi-musisi papan atas pun dilibatkan. Nama-nama seperti Iwan Hasan, Indra Lesmana, Kompyang Raka, Marcell, Once, Ubiet adalah mereka yang terlibat dalam menggarap kebangkitan kembali “Indonesia Maharddhika”. Proyek ini juga melibatkan musisi kawakan dari barat yaitu Rick Wakeman, sang empu kibor yang kiprahnya di dunia musik progressive rock tidak perlu diragukan lagi.

    Hal itulah yang kurang lebih disampaikan oleh para penggagas proyek ini, Kadri, Yenni dan Ninotz, di acara lauching album “Indonesia Maharddhika” di Galeri Indonesia Kaya pada hari kamis 21 Agustus 2014 yang lalu. Acara launching ini dipandu oleh pengamat musik Bens Leo dan dihadiri para nara sumber yatiu Kadri, Yenni dan Ninotz sebagai penggagas album ini, Roni Harahap pencipta “Indonesia Maharddhika”, dan para musisi seperti Once, Lilo, dan Yovi Widianto.

    Album Indonesia Maharddhika sendiri, selain berisi re-interpretasi dari lagu “Indonesia Maharddhika”, juga berisi karya-karya dari para dedengkot musik progressive rock seperti Cockpit, Discuss, The KadriJimmo, Imanissimo, Atmosfera. Album ini juga melibatkan para musisi-musisi muda progressive rock seperti The Miracle, Van Java, Vantasma dan In Memoriam.

    Yang menarik dari pembuatan album ini adalah masalah pendanaannya. Di tengah kelesuan industri musik saat ini, sangatlah sulit untuk melahirkan sebuah album. Jangankan musik yang ribet, untuk musik yang sesuai selera pasar pun sangat sulit untuk mendanai pembuatannya. Karenanya, para pendukung album ini kemudian menggunakan cara “patungan” atau istilah kerennya “crowd funding”. Album ini didanai oleh mereka pencinta musik progressive rock, dibuat oleh pencinta musik progressive rock dan dipersembahkan untuk para pencinta progressive rock tanah air.

    Acara launching album “Indonesia Maharddhika” dimeriahkan juga oleh penampilan beberapa musisi pendukung. The Miracle tampil pertama. Band yang digawangi Chemmy, Faisal, Vedy, dan Yessi ini sudah cukup lama berkecimpung di dunia progressive rock. Kepiawaian para membernya sudah tidak perlu diragukan lagi. Malam itu mereka membawakan sebuah karya berjudul “Free Your Mind”. Sebuah karya yang mengajak pendengarnya untuk membebaskan diri dari segala pikiran dan hal-hal negatif, serta membebaskan diri dari penjajahan bentuk baru yaitu penjajahan pikiran dan ideologi.

    Bertahun-tahun membawakan karya-karya Dream Theater membuat warna musik The Miracle masih sangat kental dipengaruhi oleh warna musik Dream Theater. Permainan Yessi sang kibordis merupakan inti dari lagu yang mereka bawakan malam itu. Diiringi oleh dentuman bas Vedy yang malam itu tampil sangat mantab dengan bass Ideo-nya baik. Kemudian ditingkahi oleh raungan dan geraman gitar Faisal yang garang sekaligus melodius. Serta sang frontman, Chemmy, yang membawakan “Free Your Mind” dengan vokal yang sangat prima.

    THE MIRACLE
    Spoiler:
    [URL=http://s855.photobucket.com/user/moio27/media/Indonesia%20maharddhika%20launching%20album/10624653_10153084301886258_5312033428218367503_n_z ps53528dca.jpg.html][/URL]


    Sang “tuan rumah”, Kadri Muhammad, bercerita sedikit mengenai lagu “Srikandi” sebelum penampilannya sesudah The Miracle. Lagu “Srikandi” merupakan kolaborasi Kadri dengan mantan Menkeu Sri Mulyani. Kadri juga mengajak komposer Addie MS serta Once untuk menggarap lagu ini. Addie MS bersama “City Of Prague Philharmonic Orchestra” menggubah orkestrasi untuk lagu ini. Sedangkan Once menyumbangkan vokalnya yang khas. Namun sayang karena satu dan lain hal, proyek ini kemudian tidak diteruskan dan “Srikandi” tidak jadi dirilis.

    Proyek album “Indonesia Maharddhika” ini yang kemudian membuka kesempatan untuk merilis “Srikandi”. Dan pada malam itu The KadriJimmo berkesempatan membawakan lagu ini secara live. Aransemen lagu ini tentu saja agak berbeda karena dibawakan dalam format band yang diperkuat oleh musisi-musisi handal Popo (keyboards), Noldy (gitar), Broto (bass) dan Hayunaji (drum), serta tentu saja Kadri dan Jimmo pada vokal. The KadriJimmo memanglah para musisi handal yang begitu piawai membawakan karya ini dengan rapi dan indah. Namun kunci penampilan mereka memang terletak pada harmonisasi vokal Kadri dan Jimmo. Harmonisasi vokal mereka begitu kompak dan begitu hidup. Sehingga mampu menghidupkan “Srikandi” di depan penikmat musik progressive rock malam itu.

    THE KADRIJIMMO

    Spoiler:
    [URL=http://s855.photobucket.com/user/moio27/media/Indonesia%20maharddhika%20launching%20album/10574360_10153084281211258_9177102962990566881_n_z ps5b762b46.jpg.html][/URL]


    Adalah seorang Lilo Romulo yang membantu membidani album ini serta membawa serta musisi-musisi progressive rock muda ke dalam album ini. Van Java merupakan salah satunya. Band yang digawangi oleh Brenda (vokal), Biondi (gitar), Soebroto (bass), dan Peter (drum) merupakan musisi-musisi muda dengan talenta tinggi. Biondi tampil dengan gitar senar 8 (yup senar 8!!) sedangkan Sobroto menggunakan bass senar 6. Melihat perangkat mereka, gue berpikir bakal ditampilkan musik njlimet penuh dengan distorsi yang kental, karena biasanya pengguna gitar senar banyak itu adalah musisi rock yang gemar distorsi.

    Namun ternyata gue salah.... Biondi justru lebih banyak tampli “clean” dan sesekali menggunakan distorsi yang ringan. Permainannya sarat nuansa jazzy, bermain clean dengan cepat dan nada-nada yang “catchy”. Ditingkahi oleh permainan bass Soebroto, yang ternyata mampu tampil seimbang baik dalam menjaga ritem maupun saat lead. Hal mana yang sering gue liat terlupakan saat seorang bassist menggunakan bass senar 5 atau 6 yang seringkali terjebak lebih banyak memainkan melodi lead ketimbang bermain ritem yang merupakan fungsi dasar instrumen bass. Soebroto terbukti mampu tampil dengan nada-nada yang kaya. Peter yang bertampang jenaka ternyata memiliki pukulan dan permainan drum yang ciamik. Sehingga timbul satu kesatuan harmoni yang cantik. Brenda sendiri tampil menawan dengan vokalnya dan penampilannya yang cukup menyegarkan suasana malam itu. Van Java sangat pantas diberi applause yang meriah.

    VAN JAVA

    Spoiler:
    [URL=http://s855.photobucket.com/user/moio27/media/Indonesia%20maharddhika%20launching%20album/1463018_10153084313851258_7706660166799475519_n_zp s7ee3a145.jpg.html][/URL]


    Malam itu penonton juga diberi kesempatan mendengarkan karya “Indonesia Maharddhika” walaupun tidak secara live. Penonton pun dibuat terbuai oleh alunan re-interpretasi Iwan Hasan dkk terhadap mahakarya Guruh Gipsy di tahun 70an ini. Rangkaian nada yang kaya membuat penonton serasa diajak berpetualang ke suatu dunia penuh imajinasi bermusik. Dan yang paling mengagumkan adalah semangat lagu ini yang sangat sarat terhadap nuansa kebangsaan. Pesan semangat kebangsaan bukan sekedar tempelan saja, tapi memang menjadi semangat dan nyawa dari komposisi indah ini. Hal mana menunjukkan bahwa karya ini bukan diciptakan untuk sekedar “pencitraan” kepedulian terhadap bangsa. Tapi karya ini memanglah merupakan luapan semangat kebangsaan para pencipta dan pengusungnya. Dan tidak berhenti di situ saja, lewat karya ini para pencipta dan pengusungnya seakan mengusik, mengajak dan membangkitkan semangat kebangsaan bagi para pendengarnya.

    Sedikit “out of topic” dari album “Indonesia Maharddhika”, walaupun masih berhubungan, adalah wawancara dengan Yovie Widianto. Yovie merupakan musisi piawai yang bersama Kahitna pada awal karirnya mengusung musik fusion yang njlimet. Kahitna kemudian dikenal sebagai “macan fusion” kota Bandung. Kemampuan mereka bahkan membawa mereka menjuarai “Yamaha Light Music Contest” di Jepang. Namun pada saat mereka memasuki dunia rekaman dan industri musik tanah air, mereka dituntut untuk berkompromi dengan selera pasar. Yovie sendiri menyikapi hal ini dengan bijak. Pada saat banyak musisi idealis mencibir kompromi dengan selera pasar, Yovie justru melihat bahwa menciptakan lagu yang bisa diterima pasar bukanlah hal yang mudah.

    Menciptakan lagu sederhana bukan sekedar mengurangi atau memotong-motong karya yang njlimet dan panjang. Tapi menciptakan lagu yang bisa diterima selera pasar adalah menciptakan suatu karya yang utuh, memiliki suatu pesan/cerita dan bisa diterima banyak kalangan serta tetap harus merupakan karya yang indah. Dan memang Kahitna terbukt mampu menciptakan hits-hits yang sempat merajai industri musik tanah air. Karya-karya yang mereka tampilkan bukan karya-karya kacangan. Karya yang bisa diterima banyak orang namun tetap mengikuti kaidah bermusik yang kaya dan indah.

    Menjelang penampil berikut sekaligus terakhir, Yovie diminta untuk memberikan komentar terhadap musik yang diusung oleh Imanissimo yang malam itu mengusung instrumen tradisionil angklung dan kendang sunda. Bagi Yovie, mengusung musik tradisional dalam suatu karya musik modern haruslah merupakan suatu kesatuan. Musik tradisional jangan hanya menjadi sekedar tempelan, tapi harus merupakan satu kesatuan dengan keseluruhan musik. Dengan demikin terjadilah senyawa antara musik tradisional dan musik modern dalam suatu karya yang utuh.

    Imanassimo menjawab hal tersebut. Tabuhan kendang sunda John Arief pada malam itu memang bukan sekedar tempelan bagi musik progressive rock yang diusung oleh Imanissimo. Kendang sunda merupakan ritem dasar bagi komposisi “Simponi Indonesia – Rock Opera Adegan I”. Musik yang diusung oleh Imanissimo berpusat pada permainan kibor Raden Agung yang kental nuansa Keith Emerson dan ELP berpadu dengan iringan kendang sunda John Arief. Bagi gue, menonton penampilan mereka malam itu bagaikan melihat Keith Emerson tampil diiringi kendang sunda. Perpaduan musik progressive rock yang megah dan anthemic dengan kendang sunda yang dinamis dan eksotis. Tidak bisa ditepis juga permainan gitar Johanes, dentuman bas Iman Ismar dan gebukan drum Marcelus dalam memperkaya penampilan Imanassimo malam itu.

    Sayang lirik yang dinyanyikan oleh Kadri dan Andy /rif agak kurang jelas terdengar, sehingga pesan dari lagu ini kurang tersampaikan ke penonton. Padahal lirik lagu ini menyinggung hal yang sempat menjadi topik yang cukup “panas”, yaitu klaim kesenian kita oleh negara tetangga. Sebuah tema yang mengusik rasa kebangsaan kita. Dan itulah inti dari album “Indonesia Maharddhika” ini. Yaitu karya-karya yang mengusik rasa kebangsaan kita. Karya yang menampilkan kemampuan mencipta dan berkesenian anak bangsa, juga karya-karya yang menggali rasa kebangsaan bangsa kita.

    IMANISSIMO
    Spoiler:
    [URL=http://s855.photobucket.com/user/moio27/media/Indonesia%20maharddhika%20launching%20album/imanissimo_zpsfc2a5c2c.jpg.html][/URL]
    Last edited by Moio; 25-08-2014 at 09:22. Reason: nambahin foto
    -noviari-



    ... so many people are spend thousands of dollars on gears and they don't even know how to use them, the most important thing is just take the gears you have and start to use them ...

  2. The Following 9 Users Say Thank You to noviari For This Useful Post:

    4Stringer (25-08-2014), ANDRIES666 (27-08-2014), goei (25-08-2014), Indra YS (25-08-2014), key_wiz (24-08-2014), Moio (25-08-2014), musicman (25-08-2014), oppi1 (26-08-2014), Vidi Rosen (28-08-2014)

  3. #2
    Join Date
    Apr 2007
    Location
    Jati Asih, dimana masih banyak air & udara yang jujur
    Posts
    2,942
    Nama asli
    W. Tejomoyo
    Rep Power
    144
    Reviewnya maknyusss...baguss....top markotop !!!

    Noviari bagian tulisan, ane bagian jepretan hehe
    Foto2 lanching "Indonesia Maharddhika" bisa dilihat di album foto di FB ane : [url]https://www.facebook.com/wahyu.tejomoyo/media_set?set=a.10153088682956258.593901257&type=3[/url]
    Silahkan di donlot, save, copy & tag ke orang2 yg hadir & ada di foto tsb.

  4. The Following User Says Thank You to Moio For This Useful Post:

    noviari (26-08-2014)

  5. #3
    Join Date
    Jan 2010
    Location
    Bekasi--Jakarta--Bekasi [PP]
    Posts
    3,364
    Nama asli
    Christoperson
    Rep Power
    102
    as always..
    ripiu bang Nopih mahh juara dahh...

    bener-bener bisa mendeskripsikan suasana di tkp..

    pertama kali tau tentang Guruh Gipsy justru dari progarchive.com

    [url]http://www.progarchives.com/artist.asp?id=2764[/url]
    Interests:Compressors, PreAmps, OverDrives, Amp Simulators, Cab Sims, EQs.....


    [URL]http://www.youtube.com/user/string4madness[/URL]

    KEEP ON ROCKIN'
    \m/
    Spoiler:


  6. The Following 2 Users Say Thank You to 4Stringer For This Useful Post:

    musicman (25-08-2014), noviari (26-08-2014)

  7. #4
    Join Date
    Apr 2007
    Location
    Jakarta
    Posts
    2,978
    Nama asli
    Noviari Sugianto
    Rep Power
    162
    ini ada rekaman penampilan The Miracle di acara tersebut. Cuman sayang intronya gak kerekam

    -noviari-



    ... so many people are spend thousands of dollars on gears and they don't even know how to use them, the most important thing is just take the gears you have and start to use them ...

  8. The Following 5 Users Say Thank You to noviari For This Useful Post:

    4Stringer (26-08-2014), key_wiz (27-08-2014), Moio (27-08-2014), musicman (28-08-2014), rads (28-08-2014)

  9. #5
    Join Date
    Apr 2007
    Location
    Jakarta & Surabaya
    Posts
    3,770
    Nama asli
    Vidi Rosen
    Rep Power
    151
    Mantap surantap, tulisannya layak dapat pujian. Orangnya layak dapat pacar!!!!! Merdeka

  10. The Following User Says Thank You to Vidi Rosen For This Useful Post:

    noviari (28-08-2014)

  11. #6
    Join Date
    Apr 2007
    Location
    Selatan Jakarta
    Posts
    12,636
    Nama asli
    Faisal
    Rep Power
    262
    wah tx om nop.. ijin share videonya ya
    [URL="http://www.facebook.com/pages/Bengkel-Musik/88620690451?ref=mf"]
    [/URL]

  12. The Following User Says Thank You to musicman For This Useful Post:

    noviari (28-08-2014)

  13. #7
    Join Date
    Apr 2007
    Location
    Jakarta
    Posts
    2,978
    Nama asli
    Noviari Sugianto
    Rep Power
    162
    Quote Originally Posted by musicman View Post
    wah tx om nop.. ijin share videonya ya
    silahkan bro
    -noviari-



    ... so many people are spend thousands of dollars on gears and they don't even know how to use them, the most important thing is just take the gears you have and start to use them ...

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Similar Threads

  1. Menuju Indonesia Maharddhika 2014
    By musicman in forum Acara musik
    Replies: 5
    Last Post: 19-08-2014, 11:31
  2. DISCUS aktif kembali!!!
    By ari_sawangan in forum Acara musik
    Replies: 10
    Last Post: 27-10-2011, 02:24
  3. Kembali lagii
    By arien dhani in forum Korner asik asik
    Replies: 36
    Last Post: 11-02-2010, 06:12
  4. Frusciante Kembali Tinggalkan RHCP
    By Steaven in forum Korner gitaris
    Replies: 21
    Last Post: 21-01-2010, 12:56

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •