Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 10 of 15

Thread: Konser Metallica Jakarta 25 Agustus

  1. #1
    Join Date
    Apr 2007
    Location
    Jakarta
    Posts
    2,978
    Nama asli
    Noviari Sugianto
    Rep Power
    162

    Konser Metallica Jakarta 25 Agustus

    AKHIR PENANTIAN 20 TAHUN YANG KLIMAKS DAN EMOSIONAL
    Dari Konser Metallica Jakarta 25 Agustus 2013






    Gue sebenarnya tidak terlalu antusias pada saat mendengar Metallica akan datang lagi ke Jakarta. Ada beberapa alasan (1) Metallica sudah tidak di puncak prestasi mereka, album-album setelah “Black Album”, seperti Load, Reload, st Anger, dll sudah tidak terlau diminati lagi seperti album jaman “Kill Em All” sampe “Black Album”. (2) Gue pernah melihat aksi mereka di Lebak Bulus, di saat puncak popularitas dan prestasi mereka. Saat ini mereka sudah lebih tua, gue beranggapan mestinya mereka sudah lebih menurun dari saat mereka beraksi di Lebak Bulus 20 tahun yang lalu. (3) Pada dasarnya gue memang bukan fans berat Metallica

    Gue bahkan bisa dibilang “biasa-biasa” aja dengan Metallica, gak begitu suka tapi juga bukannya gak suka, pada saat gue melihat konser mereka di Lebak Bulus 20 tahun yang lalu. Terus terang gue waktu ngeliat mereka karena merasa sayang aja kalo gue gak liat. Saat itu masih sangat jarang grup rock, apalagi metal, kelas dunia yang manggung di sini. Jadi begitu ada grup sekelas Metallica ke sini, gue merasa sayang untuk melewatkannya.

    Dan ternyata, gue jadi mulai benar-benar suka Metallica setelah konser mereka 20 tahun yang lalu itu. Konser Metallica di Lebak Bulus tahun 1993 itu merupakan konser rock/metal terdahsyat yang pernah gue lihat. Gue jadi ngerti kenapa Metallica jadi bintang pada Monster Of Rock di akhir 80an. Saat itu Monster Of Rock menampilkan band-band papan atas termasuk Van Halen, Scorpion, Dokken, dll. Metalllica saat itu dianggap sebagai penggembira aja, dijadiin band yang tampil diawal. Tapi ternyata Metallica lah yang kemudian jadi bintang pada Monster Of Rock itu. Dan setelah gue liat konsernya di Lebak Bulus gue jadi ngerti kenapa.

    Yang menarik, begitu gue memasuki arena Gelora Bung Karno Senayan, adalah aura antusias penonton yang terasa banget. Dan rata-rata yang datang adalah mereka yang sudah cukup berumur. Sangat berasa betapa begitu banyak yang merindukan kehadiran Metallica di Jakarta. Dari mereka yang berusia awal produktif, hingga yang sudah mulai beruban terlihat antusias memasuik arena GBK. Yang menarik lagi ada cukup banyak pasangan suami isteri yang sudah cukup berumur, dan banyak dari pasangan tersebut sama sekali tidak terlihat sebagai “mantan anak metal”. Yang paling unik adalah rombongan keluarga, ayah, ibu dan anak-anaknya yang masih abege, semuanya kompak menggunakan kaos hitam.

    Setelah melewati prosedur keamanan yang tidak pernah nyaman, gue akhirnya masuk ke arena festival di GBK. Suasana meriah begitu terasa di dalam GBK. Semuanya menunggu penampilan grup metal legendaris. Gue sendiri sudah bersiap untuk kembali dihentakkan oleh energi penampilan Hetfield, Ulrich, Hammet dan Trujillo, sama seperti gue dihentakkan oleh energi penampilan mereka 20 tahun yang lalu (note saat itu Robert Trujillo belum ada, masih jaman Jason Newstead).

    Tanpa basa-basi, tanpa ada tanda-tanda dari panitia, tiba-tiba lampu di panggung meredup dan layar di kanan, kiri dan belakang panggung menampilkan klip “The Ecstasy of Gold”. Semua penonton langsung antusias dan ikutan bersenandung, karena hal ini menjadi pertanda konser akan segera dimulai. Suasana terasa menegangkan seperti saat countdown peluncuran roket. Tegang tapi penuh excitement.

    Suasana pun meledak saat Hetfield, Ulrich, Hammet, dan Trujillo menghentak lewat lagu pembuka “Hit the Lights”. Penonton langsung terbawa oleh energi penampilan Metallica yang ternyata masih sangat tinggi. Penonton yang rata-rata sudah cukup berumur itu seperti kembali ke saat mereka masih muda, mengangkat tangan, headbanging, dan berjingkrak-jingkrak mengikuti irama metal yang dimainkan dengan begitu cepat, garang dan intens oleh keempat jawara metal ini. Tanpa menurunkan energi dan emosi yang sudah terbentuk, Metallica langsung menyambung dengan hits mereka di pertengahan 80an, “Master Of Puppets”. Sebuah lagu yang membuat mereka jadi begitu terkenal di kalangan pencinta metal di tanah air pada pertengahan 80an.

    Sound Metallica malam itu sebenarnya tidak optimal. Secara keseluruhan suara gitar Hammet dan Hetfield terasa terlalu bright sehingga menusuk-nusuk telinga, seolah-olah mampu membersihkan lubang telinga. Di lain pihak, suara bass Trujillo jadi agak tenggelam. Berasa secara keseluruhan sound mereka enggak dapet “bottom end”-nya. Kayaknya, asumsi gue, sebenarnya Metallica menyerahkan urusan frekuensi bawah kepada Trujillo. Karenanya setting sound gitar Hetfield dan Hammet lebih ke frekuensi tinggi. Sedangkan untuk frekuensi “bottom end” diserahkan ke basis mereka. Sayang malam itu suara bass Trujillo tidak terlalu menonjol, jadinya dia tidak bisa melaksanakan porsinya dengan optimal.

    Sebelumnya mohon maaf buat para penggemar Metallica, karena gue agak berbeda pendapat soal penampilan mereka malam itu. Memang permainan mereka masih intens, energi mereka juga masih luar biasa. Tapi terus terang, dibandingkan dengan penampilan mereka di 20 tahun yang lalu terasa sudah cukup jauh berkurang. Gue terus terang malam itu tidak merasakan hentakan energi seperti yang pernah gue alami 20 tahun yang lalu. Ya tentu saja, gue harus fair juga. Mereka ini adalah pria-pria yang memasuki usia 50 tahunan. Untuk bisa tampil seperti malam itu saja adalah sesuatu yang luar biasa, yang susah untuk dilakukan oleh musisi metal lain yang seumuran. Namun gue tidak bisa memungkiri kalau gue agak kurang terkesan dengan penampilan mereka malam itu. Selain sound yang kurang, gue juga melihat permainan mereka meleset di beberapa bagian. Hal mana membuat gue jadi semakin kurang berkesan.

    Tapi itu hanya gue saja. Penonton yang memenuhi GBK terlihat tidak terpengaruh oleh sound yang menusuk, dan bahkan kalaupun ada permainan mereka yang agak meleset. Karena kharisma keempat pria paruh baya ini memang begitu luar biasa. Berturut-turut lagu-lagu yang pernah merajai musik-musik metal mereka usung, seperti “Ride the Lightning” dan “Fade to Black”, serta lagu-lagu yang bertempo agak rendah seperti “Welcome Home (Sanitarium)” dan “Sad But True”.

    Kirk Hammet memainkan Gibson Les paul Standard Plus untuk melodi-melodi yang mellow dengan sangat dalam dan mampu mengaduk emosi penonton. Kirk Hammet memang masih sangat pantas memegang gelar sebagai salah satu gitaris rock papan atas. Solo gitarnya masih begitu garang dan intens. Walaupun tidak panjang tapi nada-nada yang dipilih begitu pas dan kena. Permainan wah-nya mantab banget dan bikin klimaks. Yang rada unik, solo Kirk Hammet justru ada di awal, lebih dulu dari solo Trujillo.

    Trujillo malam itu tampil luar biasa. Terus terang gue memang lebih menyukai Truillo ketimbang Jason Newstead, dengan alasan permainan Trujillo itu lebih mendekati permainan Cliff Burton. Dan kelihatannya memang Hammet, Hetfield dan Ulrich memberikan kepercayaan yang cukup besar padanya. Saat solo, Trujillo tampil sangat dinamis dengan berbagai teknik bas yang menarik tapi tetap menghibur, dan tentu saja tetap garang. Sayang secara keseluruhan suara bass-nya rada tenggelam. Kalau tidak pasti lebih dahsyat lagi tuh.

    Lagu “The Four Horsemen” sempat membuat gue terlarut oleh pertunjukan malam itu. Saat intro hingga awal lagu, emosi gue jadi ikutan naik, seirama dengan energi yang ditampilkan oleh lagu ini. Sayang begitu memasuki bagian tengah lagu (interlude) gue agak kecewa. Menurut gue, bagian tengah lagu kurang kena dibawain oleh mereka, tapi sekali lagi ini menurut gue yah. Seperti yang gue bilang di atas, gue memang agak kurang berkesan dengan penampian Metallica malam itu. Bahkan memasuki lagu ketujuh “Cyanide”, sebuah lagu dari album terakhir mereka “Death Magnetic”, gue merasa bosan dengan konser malam itu.

    Tapi semua itu mulai berubah saat memasuki “Orion”, sebuah lagu instrumental yang diambil dari album “Master of Puppets”. Gue merasa Metallica kembali menemukan soul dan kekompakan mereka pada lagu ini. Mereka memainkan lagu ini dengan begitu harmonis, kompak dan intens. Semua personil menunjukkan kemampuan mereka tanpa perlu teralalu menonjolkan diri. Semua teknik tinggi yang disajikan merupakan bagian dari lagu. Lagu ini mereka persembahkan untuk mantan basis mereka Cliff Burton yang sudah meninggal. Setelah 27 tahun, mereka masih belum bisa melupakan Cliff. Cliff memang merupakan basis salah satu basis metal terbaik dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan karir Metallica. Gue dan adik gue sempat berseloroh bahwa Clif adalah “Jaco Pastorius-nya musik metal”.

    Selepas lagu Orion, terdengar gemuruh suara tembakan senapan dan meriam. Pertanda lagu “One” akan segera dibawakan. Segala kekecawan gue langsung terhapus sirna memasuki lagu ini. Energi dan soul yang pernah mengesankan gue begitu mendalam 20 tahun yang lalu terasa kembali. Lagu “One” dibawakan dengan begitu megah sekaligus garang, dalam dan emosional. Epic!!! Dalam hati gue berkata “Welcome back James, welcome back Kirk, welcome back Ulrich, and hallo Robert”. Bagi gue itulah saat Metallica benar-benar datang kembali. Itulah saat konser sebenarnya dimulai. Paduan suara penonton yang terbentuk semakin membawa naik suasana emosional yang terbentuk.

    Perubahan penampilan Metallica ini ternyata juga berasa pada para penonton yang dari awal memang sudah sangat emosional. Begitu memasuki lagu “For Whom the Bell Tolls”, emosi itu jadi semakin meledak. Penonton semakin menggila dan terlarut dalam musik yang garang menggelora. Dan tanpa terbendung lagi, headbanging dan body slam pun terbentuk saat memasuki lagu “Blackened”. Semua sudah lupa akan umur mereka. Penonton yang sudah berumur seolah kembali lagi jadi anak-anak SMA. Tidak perduli lagi kondisi fisik yang sudah tidak muda lagi, saling membentur-benturkan badan terlarut dalam suasana yang semakin menggelora.

    Metallica kemudian rada menurunkan emosi dengan lagu “Nothing Else Matters”. Yang terjadi adalah suasana yang begitu dalam, syahdu dan emosional. Setiap kata dan kalimat dalam lirik lagu “Nothing Else Matters” malam itu serasa begitu mengena. Gue agak susah menggambarkan suasana saat itu. Tidak pernah gue merasakan begitu dalam keterikatan antara emosi dengan lirik yang terbentuk seperti saat itu.

    Metallica kembali menggebarak melalui hits “Enter Sandman”. Tidak perlu ditanyakan lagi reaksi penonton begitu intro lagi ini dibawakan. Energi sudah hampir mencapai klimaks, emosi sudah semakin terbawa. Satu-satunya yang kurang bagi gue adalah gaya putaran kepala Jason Newstead yang khas saat membawakan lagu itu. Selebihnya sangat perfect.



    Seperti biasa, menjelang akhir pertunjukan para musisi akan menghilang ke belakang panggung, meminta untuk dipanggil kembali. Begitu juga malam itu. Penonton yang masih merasa haus akan penampilan para legendaris metal itu begitu bersemangat memanggil mereka. Dan merekapun muncul menggebrak lewat “Creeping Death” disusul “Fight Fire With Fire”. Kembali lagi emosi penonton seperti tak terbendung. Headbanging, body slam, dan bahkan moshpit pun terbentuk. Semua larut dalam emosi. Semua seperti ingin melepaskan energi dan emosinya malam itu.

    Metallica sendiri terlihat begitu terkesan dengan penonton Jakarta. Bisa dilihat di komentar mereka di website resmi mereka. Hetfield bahkan sempat bercanda dengan mengisyaratkan dia harus pulang dan tidur sebelum kemudian memungkas pertunjukan malam itu dengan lagu “Seek and Destroy”.

    “Seek and Destroy” merupakan lagu yang mengawali perjalanan karir Metallica. Diambil dari album “Kill Em All”, lagu inilah yang memulai kepopuleran mereka serta juga mengawali kebangkitan musik metal. Malam itu lagu ini yang menjadi pamungkas penampilan dahsyat Metallica. James Hetfield seolah tak perlu bernyanyi, karena penonton hapal lirik lagu ini dari awal hingga akhir. Sebuah pamungkas yang begitu klimaks. ENCORE!!!

    Akhirnya Metallica pun harus pergi. Namun mereka tidak begitu saja berpamitan terus ngeloyor pergi. Mereka meluangkan waktu cukup lama untuk sekedar bercanda dengan penonton. Mereka bahkan sempat mengambil sebuah bendera merah putih dari penonton kemudian berfoto di atas panggung dengan bendera tersebut. Batas antara sang bintang dengan penonton seolah hilang sejalan dengan keakraban dan kehangatan yang terbentuk malam itu. Metallica bukan sekedar basa-basi saat mereka mengatakan bahwa mereka menganggap fans mereka adalah keluarga besar mereka. Malam itu mereka memperlihatkan bahwa hal itu adalah nyata. Malam itu semua yang hadir serasa menjadi satu keluarga besar Metallica.
    Last edited by noviari; 29-08-2013 at 02:58.
    -noviari-



    ... so many people are spend thousands of dollars on gears and they don't even know how to use them, the most important thing is just take the gears you have and start to use them ...

  2. The Following 31 Users Say Thank You to noviari For This Useful Post:

    4Stringer (28-08-2013), AddYb (27-08-2013), ANDRIES666 (27-08-2013), Chomenk (04-09-2013), cox06 (28-08-2013), Cyed (27-08-2013), dewaadi (03-09-2013), Dimaz (28-08-2013), enungfahmi (28-08-2013), Erryc kacangijo (31-08-2013), fabian (27-08-2013), gfisys (29-08-2013), goei (28-08-2013), gooswyn (27-08-2013), Gpilot2000 (19-09-2013), heri satriani (28-08-2013), Indra YS (28-08-2013), marpen (28-08-2013), mazbay (28-08-2013), mazda (28-08-2013), Moio (28-08-2013), musicman (28-08-2013), oppi1 (28-08-2013), papasaurus84 (28-08-2013), rads (27-08-2013), Sandy Priatna (28-08-2013), SuryaCaroline (30-08-2013), Tiyo (19-10-2013), trianto (28-08-2013), Vidi Rosen (28-08-2013), WiFi (27-08-2013)

  3. #2
    Join Date
    Sep 2008
    Location
    Jakarta
    Posts
    596
    Nama asli
    andries
    Rep Power
    76
    Terima kasih atas reviewnya om nopih, sbg fans metallica sedih juga ga bisa nonton. Setidaknya dulu pernah nonton di lebak bulus hari ke-2. Waktu itu lars bener2 tampil enerjik bgt sampai banyak mainin double pedalnya.

  4. #3
    Join Date
    Jan 2010
    Location
    Jogja-Jakarta Selatan
    Posts
    2,355
    Nama asli
    Adhib Rakhmanto
    Rep Power
    99
    Sosok seorang james hetfield sangat gw acungi jempol dengan performanya malam itu...
    The real frontman...
    Warm Regards,


    "But perserverence and passion are the keys to success! " Mike Portnoy

  5. #4
    Join Date
    May 2007
    Location
    di depan laptop
    Posts
    1,410
    Nama asli
    widia rivandi
    Rep Power
    105
    20 tahun lalu mah.. gw mana tau metallica.. taunya susan ama ria enes

    tapi reviewnya om nopih emang gw akuin sama ama yang gw rasain, ada beberapa part yang kepleset. faktor umur

    pas fuel itu bener2 adrenalin gw naik.. pas fade to black dibawain gw langsung keinget masa2 gw masih smp bawain ni lagu, ampe ga kerasa gw teriak2 ikutan nyanyi

    pas one gw merinding.. bener2 keren ...tapi puncaknya emang lagunya nothing else matter.. kebayang satu stadion gelap.. bener2 syahdu, soulfull.. sing along dimana2 .. (dan akibatnya dari kemaren ampe sekarang gw setel mulu nih lagu)

    pas enter sandman jangan ditanya dah , dah kaya gempa, semuanya kaya kesetanan ..
    gw sangat2 puas ama konsernya

    dan emang lucunya di depan gw ada pasangan ibu-ibu bapak2 ama anaknya nonton.. perkiran gw mungkin tu bapak2 yang doyan metallica.. ternyata pas show dimulai tu ibu2 yang kesetanan nyanyi teriak2 loncat2, lakinya malahan biasa2 aja

    seru ...
    musik ditentukan dari intelektual dan status sosial adalah feodalisme era modern


    terlihat pintar tapi kampungan ..apakah itu

    Fuzz you Motherflanger

  6. The Following 2 Users Say Thank You to WiFi For This Useful Post:

    marpen (28-08-2013), papasaurus84 (28-08-2013)

  7. #5
    Join Date
    Sep 2008
    Location
    Yogyakarta - Pontianak
    Posts
    1,978
    Nama asli
    Andri junianto
    Rep Power
    91
    Quote Originally Posted by WiFi View Post
    20 tahun lalu mah.. gw mana tau metallica.. taunya susan ama ria enes

    tapi reviewnya om nopih emang gw akuin sama ama yang gw rasain, ada beberapa part yang kepleset. faktor umur

    pas fuel itu bener2 adrenalin gw naik.. pas fade to black dibawain gw langsung keinget masa2 gw masih smp bawain ni lagu, ampe ga kerasa gw teriak2 ikutan nyanyi

    pas one gw merinding.. bener2 keren ...tapi puncaknya emang lagunya nothing else matter.. kebayang satu stadion gelap.. bener2 syahdu, soulfull.. sing along dimana2 .. (dan akibatnya dari kemaren ampe sekarang gw setel mulu nih lagu)

    pas enter sandman jangan ditanya dah , dah kaya gempa, semuanya kaya kesetanan ..
    gw sangat2 puas ama konsernya

    dan emang lucunya di depan gw ada pasangan ibu-ibu bapak2 ama anaknya nonton.. perkiran gw mungkin tu bapak2 yang doyan metallica.. ternyata pas show dimulai tu ibu2 yang kesetanan nyanyi teriak2 loncat2, lakinya malahan biasa2 aja

    seru ...
    kerennnnnnnnnnn


    www.hartung-guitars.com

  8. #6
    Join Date
    Oct 2008
    Location
    Kalimalang,Bekasi
    Posts
    1,379
    Nama asli
    Dimas
    Rep Power
    87
    cerita dari temen gw yg nonton..

    "Gondrong,Muka Sangar agak ganteng.. pas nothing else matter malah nangis.."

    "Berjilbab,gk ada tampang rocker, hafal dari lagu pertama sampai lagu terakhir.."

    bener2 ya metalica,semua kalangan,semua generasi..

  9. The Following 2 Users Say Thank You to mas_sumenep For This Useful Post:

    fabian (28-08-2013), papasaurus84 (28-08-2013)

  10. #7
    Join Date
    Apr 2007
    Location
    Jati Asih, dimana masih banyak air & udara yang jujur
    Posts
    2,942
    Nama asli
    W. Tejomoyo
    Rep Power
    144
    foto2 resmi dari web metallica waktu konser di GBK bisa dilihat disini :
    [url]http://www.metallica.com/tour-gallery/aug-25-2013-jakarta-gallery.asp[/url]

    ajiiib
    Last edited by Moio; 28-08-2013 at 08:51.

  11. #8
    Join Date
    Feb 2012
    Location
    chi le dook
    Posts
    628
    Nama asli
    desta vaiwira
    Rep Power
    57

    ini nih...

    terimakasih om nopih..... cuma dengan membaca aja udah berasa

    metallica dan james yang membuat gue mulai belajar lead guitar...sayang kemaren enggak nonton.
    [url="https://soundcloud.com/destavaiwira"]| soundcloud |[/url] [url="www.reverbnation.com/destapapasaurusvaiwira?profile_view_source=header_ icon_nav"]rivebnesyen |[/url] [url="http://www.youtube.com/user/destaagengperwira"]pidio |[/url]

    Man robbuka?
    Wa maa diinuka?
    Wa maa hadzaar rujululladzii bu’itsa fiikum?


  12. #9
    Join Date
    Apr 2007
    Location
    Jakarta & Surabaya
    Posts
    3,770
    Nama asli
    Vidi Rosen
    Rep Power
    151
    Quote Originally Posted by noviari View Post
    Yang menarik, begitu gue memasuki arena Gelora Bung Karno Senayan, adalah aura antusias penonton yang terasa banget. Dan rata-rata yang datang adalah mereka yang sudah cukup berumur. Sangat berasa betapa begitu banyak yang merindukan kehadiran Metallica di Jakarta. Dari mereka yang berusia awal produktif, hingga yang sudah mulai beruban terlihat antusias memasuik arena GBK. Yang menarik lagi ada cukup banyak pasangan suami isteri yang sudah cukup berumur, dan banyak dari pasangan tersebut sama sekali tidak terlihat sebagai “mantan anak metal”. Yang paling unik adalah rombongan keluarga, ayah, ibu dan anak-anaknya yang masih abege, semuanya kompak menggunakan kaos hitam.

    Kepada penulis secara umum tulisannya muantepppp tetapi di bagian ini saya mengajukan protes sebagai mahasiswa semester 7 saya belum beruban dan masih muda. Sekian terimakasih

  13. #10
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    Bogor
    Posts
    260
    Nama asli
    Umar Bawahab
    Rep Power
    50
    ^generasi menolak tua hehehe

Page 1 of 2 12 LastLast

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Similar Threads

  1. METALLICA Live in Jakarta 25 Agustus 2013
    By vedy in forum Acara musik
    Replies: 0
    Last Post: 14-08-2013, 07:06
  2. Tribute to Metallica 18 Agustus 2013
    By vedy in forum Acara musik
    Replies: 1
    Last Post: 14-08-2013, 07:02
  3. FREAK KITCHEN konser di Jakarta
    By oppi1 in forum Acara musik
    Replies: 1
    Last Post: 21-02-2013, 04:03
  4. Larc En Ciel Konser di Jakarta
    By J_Music in forum Acara musik
    Replies: 9
    Last Post: 04-05-2012, 11:34
  5. morrissey konser di Jakarta, 10 mei 2012
    By RADEN MISTIKUS in forum Acara musik
    Replies: 8
    Last Post: 16-02-2012, 09:05

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •