Page 1 of 5 123 ... LastLast
Results 1 to 10 of 42

Thread: EQ Tutorial : Pengenalan & Aplikasi

  1. #1
    Join Date
    Oct 2010
    Posts
    475
    Nama asli
    Henry Widjaja
    Rep Power
    71

    EQ Tutorial : Pengenalan & Aplikasi

    EQ Tutorial : Pengenalan & Aplikasi



    Artikel ini adalah tutorial mengenai EQ (equaliser) yang saya tulis untuk membantu teman2 yang pingin mengenal EQ lebih jauh. Saya coba mulai dari yang sangat basic supaya yang masih newbie ga bingung , yang udah biasa pake EQ mungkin bisa langsung skip ke section 2 atau 3. Akan saya bagi artikel ini dalam 4 postingan, berdasarkan section. Sori kalo artikelnya agak kepanjangan, beginilah kalo lagi nulis yg seru2, suka kebablasan . Ok, enjoy the article.

    1. Pengenalan EQ.
    1.1 Konten Frekwensi.
    1.2 EQ : Apa, Mengapa, dan Bagaimana.

    2. Jenis-Jenis EQ Processor
    2.1 Graphic EQ.
    2.2 Parametric EQ.
    2.3 Perbandingan antara Graphic EQ dan Parametric EQ.

    3. Aplikasi Parametric EQ sebagai efek processor untuk musisi / gitaris.
    3.1 Tips-tips menggunakan Parametric EQ.
    3.2 Sample Settings.

    EQ mungkin adalah salah satu effect processor yang paling minim digali potensinya oleh gitaris / bassist, ini mungkin disebabkan karena cara pengunaan EQ memang tidak straightforward seperti efek distorsi atau modulasi yang memang dirancang untuk menghasilkan efek suara yang khas dan mudah dikenali karakternya, sehingga kita dapat dengan cepat mendapatkan sound yang kita inginkan hanya dengan mencoba-coba sedikit settingan pada knob-knobnya, sementara EQ dirancang untuk memodifikasi suara menjadi berbagai warna dan karakter, yang mungkin saja belum pernah kita dengar sebelumnya, sehingga bagi mereka yang tidak suka mengutak-atik dan meng-eksplorasi efeknya secara mendetil mungkin akan menjadi malas untuk menggunakannya.

    Memang dibutuhkan sedikit pemahaman akan mengapa dan bagaimana EQ seharusnya digunakan sehingga memberikan hasil yang diinginkan, informasi ini yang selama ini dirasakan penulis sangat minim diberikan oleh manufaktur EQ processor di pasaran. Oleh karena itu diharapkan artikel ini dapat bermanfaat bagi mereka yang ingin memahami dan mengekplorasi EQ lebih jauh.

    1. Pengenalan EQ
    1.1 Konten Frekwensi.

    Semua sinyal (termasuk sinyal suara) memiliki konten frekwensi, yaitu ‘bobot’ sinyal tersebut pada spektrum frekwensi yang mempunyai batas dari 0 Hz s/d tidak terhingga. Konten frekwensi adalah salah satu dari beberapa parameter yang membedakan satu suara dari suara yang lainnya, misalnya instrumen bass memiliki konten frekwensi yang dominan pada frekwensi rendah, gitar dominan di midrange, dan simbal drum di frekwensi tinggi. Pendengaran manusia meng-interpretasikan konten frekwensi suatu sinyal suara sebagai warna atau karakter dari suara tersebut. Konten frekwensi inilah yang memberi ciri khas dari suara masing-masing instrumen tersebut. Sebenarnya ada beberapa parameter lain yang memberi ciri khas pada warna suara, yakni: timbre dan konten harmonik, tapi tidak akan dibahas lebih lanjut karena tidak terlalu relevan dalam konteks ekualisasi. Ilustrasi dibawah ini menggambarkan konten frekwensi dari suara gitar, bass gitar, dan simbal drum.


    Dari ilustrasi konten frekwensi di atas terlihat jelas perbedaan antara gitar, bass gitar, dan simbal. Bass gitar memiliki energi yang besar pada frekwensi rendah (< 300 Hz), inilah yang memberikan bass gitar suara yang ‘berat’; sementara simbal memiliki energi di frekwensi tinggi, mencapai batas sensitivitas pendengaran manusia, inilah yang memberikan simbal suara yang sangat ‘bright’.


    1.2 EQ : Apa, Mengapa, dan Bagaimana.

    Ekualisasi (equalisation) adalah proses pengaturan atau modifikasi konten frekwensi yang dilakukan terhadap suatu sinyal suara, dengan tujuan untuk mengubah warna atau karakter dari suara tersebut. Ekualisasi dilakukan secara elektronik menggunakan EQ processor yang bekerja dengan cara memberikan penekanan (boost) atau pengurangan (cut) pada frekwensi-frekwensi tertentu.

    EQ processor sendiri dapat dipahami sebagai suatu perangkat yang memiliki konten frekwensinya sendiri yang dapat diubah-ubah berdasarkan pengaturan parameter-parameternya. Dari sudut pandang ini, maka proses ekualisasi dapat dilihat sebagai proses modifikasi konten frekwensi sinyal input oleh konten frekwensi EQ processor.



    Sebelum kita melihat perangkat EQ processor yang sebenarnya, mari kita lihat dulu tipe-tipe konten frekwensi EQ processor yang paling sering digunakan. Konten frekwensi EQ processor lebih sering dikenal dengan istilah EQ Curves.









    Last edited by gfisys; 25-03-2011 at 05:12.
    [url]www.gfisystem.com[/url]

  2. The Following 28 Users Say Thank You to gfisys For This Useful Post:

    4Stringer (25-03-2011), andi mysin (06-04-2011), andrapgm03 (29-03-2011), Bob Jansen (26-03-2011), budi ogah (25-03-2011), dcahyo (06-02-2012), Dimaz (25-03-2011), donnykbs (27-03-2011), emes (26-03-2011), Hadoitz (27-03-2011), heri satriani (29-03-2011), Herry (25-03-2011), Iggy Wonk (28-03-2011), James Argo (29-03-2011), jemini (26-03-2011), kick ass (25-03-2011), kulit.ari (25-03-2011), Moio (26-04-2011), musicman (25-03-2011), priqi (26-03-2011), rads (25-03-2011), Rori (11-05-2011), senar surga (25-04-2011), Steaven (12-04-2011), tk999ht (25-03-2011), trianto (19-06-2015), vokuro9 (27-03-2011), ___-aduen-___ (28-03-2011)

  3. #2
    Join Date
    Oct 2010
    Posts
    475
    Nama asli
    Henry Widjaja
    Rep Power
    71
    EQ Tutorial : Pengenalan & Aplikasi (lanjutan)


    2. Jenis-Jenis EQ Processor

    2.1 Tone control Gitar Elektrik.
    EQ processor yang paling sederhana adalah tone control yg ada pada gitar elektrik. EQ curve yang dihasilkan hanyalah high-cut, yaitu mengurangi konten frekwensi tinggi (treble). Karena kesederhanaannya ini kegunaannya untuk keperluan tone shaping pun sangat terbatas.


    2.2 3-Band EQ pada Ampli Gitar dan Gitar Akustik-Elektrik.
    Kebanyakan ampli gitar dan gitar akustik-elektrik selalu menyediakan 3-band EQ yang biasanya diberi label Bass, Mid, Treble. Kemampuannya untuk tone shaping relatif terbatas karena frekwensinya sudah ditetapkan, dan juga karena biasanya EQ yang terdapat pada ampli sudah dirancang responnya untuk mengimbangi ’warna’ atau tone center dari ampli itu sendiri.


    2.3 Graphic EQ.
    Graphic EQ adalah satu tipe EQ processor yang mempunyai kontrol berupa slider yang diposisikan secara vertikal. Masing-masing slider mengatur boost atau cuts pada satu frekwensi yang sudah ditetapkan. Gambar di bawah ini adalah bentuk tipikal panel graphic EQ (7 band).



    Slider yang diposisikan secara vertikal memudahkan pengaturan parameter untuk mendapatkan EQ curve yang diinginkan, pola yang terlihat dari posisi slider-slider tersebut menyerupai pola EQ curve yang dihasilkan, sehingga pengguna Graphic EQ dapat secara intuitif mem-visualisasikan EQ curve yang dihasilkan dari posisi slider itu sendiri. Lihat ilustrasi di bawah ini.







    Graphic EQ banyak digunakan untuk aplikasi acara musik live dan di studio. Karena pengoperasiannya yang relatif mudah graphic EQ juga populer di kalangan gitaris dan bassist, ini terlihat dari banyaknya manufaktur effect pedal yang menawarkan graphic EQ untuk gitaris / bassist.


    2.2 Parametric EQ.
    Selain kelebihan-kelebihannya, graphic EQ juga memiliki kekurangan, yakni pengguna tidak dapat mengatur parameter Frekwensi dan Bandwidth dari graphic EQ, parameter yang dapat dikontrol hanya terbatas pada Gain, yang mengatur banyaknya boost atau cut pada beberapa frekwensi yang sudah ditetapkan. Keterbatasan ini menyebabkan graphic EQ dipakai hanya untuk aplikasi-aplikasi yang tidak membutuhkan tingkat akurasi tinggi. Parametric EQ mengatasi keterbatasan ini dengan memberikan ketiga parameter EQ : Gain, Frekwensi, dan bandwidth di tangan kendali pengguna. Ilustrasi di bawah ini menggambarkan bentuk tipikal kontrol sebuah parameter EQ beserta parametric EQ curve (1 band).



    Ilustrasi berikut ini menggambarkan range tipikal EQ curves yang dihasilkan oleh ketiga parameter parametric EQ.

    Spoiler:









    2.3 Perbandingan antara Graphic EQ dan Parametric EQ


    Graphic EQ (GEQ) dan Parametric EQ (PEQ) memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing, yang dirangkum dalam tabel perbandingan di bawah ini.

    Last edited by gfisys; 25-03-2011 at 03:18.
    [url]www.gfisystem.com[/url]

  4. The Following 23 Users Say Thank You to gfisys For This Useful Post:

    4Stringer (25-03-2011), andi mysin (06-04-2011), andrapgm03 (29-03-2011), awidowo (29-03-2011), budi ogah (25-03-2011), dcahyo (06-02-2012), Dimaz (25-03-2011), Dist1 (25-10-2013), emes (26-03-2011), goei (25-03-2011), Hadoitz (27-03-2011), Herry (25-03-2011), Indra YS (25-03-2011), jemini (26-03-2011), kick ass (25-03-2011), koffee+jazz (27-03-2011), kulit.ari (25-03-2011), Moio (26-04-2011), musicman (25-03-2011), RafiApeng (28-03-2011), senar surga (25-04-2011), trianto (19-06-2015), ___-aduen-___ (28-03-2011)

  5. #3
    Join Date
    Oct 2010
    Posts
    475
    Nama asli
    Henry Widjaja
    Rep Power
    71
    EQ Tutorial : Pengenalan & Aplikasi (lanjutan)



    3. Aplikasi Parametric EQ sebagai efek processor untuk musisi / gitaris

    Dari kedua tipe EQ processor yang sudah kita kenal, GEQ lah yang lebih populer di kalangan gitaris dan bassist , bukan karena tidak ada produsen efek yang menawarkan produk PEQ, tapi karena kemudahan pengaturan parameter GEQ mungkin memang menjadi faktor yg disukai para gitaris / bassist. Beberapa produsen efek seperti Ibanez, Boss, artec, dan beberapa lainnya pernah mengeluarkan produk PEQ, tapi sepertinya GEQ masih jauh lebih diminati oleh musisi. Ini amat disayangkan karena sebenarnya PEQ memiliki potensi yang besar sebagai alat tone-shaping.



    Mungkin ada dua alasan yang menjadi penyebab mengapa PEQ tidak sepopuler GEQ di kalangan musisi, pertama adalah minimnya informasi yang diberikan produsen efek yang membahas teknik dan cara-cara menggunakan PEQ, dan yang kedua adalah hampir semua efek PEQ dalam bentuk pedal yang ditawarkan oleh produsen-produsen tersebut hanya menyediakan 1-band full parametric EQ, ini artinya EQ tersebut hanya dapat menghasilkan satu EQ curve seperti ini :



    Untuk keperluan tone-shaping yang sederhana seperti membesarkan atau mengecilkan bass / treble / mids, 1-band EQ curve seperti di atas mungkin memadai, tapi secara umum ini amat terbatas, sulit untuk mendapatkan EQ curve lainnya hanya dengan 1 band saja. Untuk mendaptkan kapabilitas tone shaping yang optimal dari PEQ paling tidak diperlukan 2 band full parametric, yang memungkinkan kita untuk mendapatkan EQ curve berbagai rupa seperti ini:



    3.1 Tip-tips Menggunakan PEQ
    Berikut ini tips-tips menggunakan PEQ yang disusun dalam format tanya-jawab, bila pembaca masih punya pertanyaan yang belum terjawab silahkan ditanyakan dan kalau saya bisa menjawabnya akan saya tambahkan ke dalam daftar tanya-jawab ini.
    __________________________________________________ _____________________________________________

    Tanya : Ok, gua ngerti parameter FREQ dan GAIN, tapi apa sih gunanya parameter Q itu? Bagaimana cara settingnya?

    Jawab: Parameter Q mengatur cakupan (bandwidth) boost atau cut. Dengan Q yang rendah (bandwidth lebar) boost / cut akan mencakup frekwensi yang lebih lebar, hasil boost / cut itu sendiri terdengar lebih halus dan natural (tidak menyolok).



    Dengan Q yang besar (bandwidth sempit) boost / cut akan terfokus pada bidang frekwensi yang sempit, hasil boost / cut akan memiliki aksen yang lebih kuat.



    Jadi, bila yang diinginkan adalah broad tone-shaping, seperti membesarkan / mengecilkan frekwensi bass, mids, atau treble, gunakan settingan Q yang rendah, dan bila yang diinginkan adalah boost / cut yang beraksen, seperti cocked wah sound (setinggan pedal wah yang dibiarkan diam di tengah-tengah), gunakan settingan Q yang relatif besar.

    __________________________________________________ _____________________________________________

    Tanya : Parameter mana yang harus diatur terlebih dahulu, FREQ, Q, atau GAIN?

    Jawab: Prosedur berikut ini bisa dicoba :

    • Pertama-tama set parameter Q rendah (sekitar arah jam 9), tujuannya agar kita mulai dengan perubahan tone yang halus dan lebih natural.
    • Lalu tentukan perubahan seperti apa yang diinginkan, pembesaran (boost) atau pengurangan (cut). Mulai dengan settingan ‘sedang’ (sekitar arah jam 9 untuk cut, arah jam 3 untuk boost).
    • Kemudian atur parameter FREQ menurut warna suara yang diinginkan (lebih bright, lebih dark, lebih nge-bass, dll).
    • Adjust GAIN dan FREQ silih berganti sampai didapatkan sound yang kira-kira sudah dirasa pas.
    • Adjust Q lagi bila diperlukan, untuk fine tuning.


    Catatan: Pada saat meng-aplikasikan cut biasanya level suara akan terdengar mengecil, kebanyakan EQ mempunyai kenop VOLUME atau LEVEL, atur kenop ini untuk meng-kompensasi level suara yang mengecil.

    __________________________________________________ _____________________________________________

    Tanya : Gua nemu beberapa contoh settingan parameter PEQ dari internet dan artikel, tapi koq hasil soundnya ga seperti yang dideskripsikan ya?

    Jawab: Contoh settingan parameter EQ memang ngga selalu bisa di-implementasikan secara langsung, biasanya perlu sedikit adjustment karena gitar, efek-efek lain, dan ampli akan berkontribusi juga pada sound. Hasil ekualisasi yang terdengar beda dari apa yang dideskripsikan di artikel bisa disebabkan karena gear-gear yang dipakai mempunyai tonal center yang berbeda dari yg dipakai si penulis artikel. Tonal center ini berhubungan dengan parameter frekwensi, maka bisa dicoba adjust sedikit-demi-sedikit knob FREQ di sekitar titik setting yang diberikan di contoh, lalu adjust Q dan GAIN seperlunya untuk fine tuning.

    Misalnya, contoh setting untuk mid-scooped EQ diberikan seperti berikut:
    • GAIN : Arah jam 9 (cut)
    • FREQ : Arah jam 12 (~ 1 KHz)
    • Q : Arah jam 4


    Kemampuan PEQ untuk mengatur frekwensi hanya dengan memutar 1 knob sebenarnya merupakan kelebihan dibandingkan dengan GEQ. Misalnya kita sedang menggunakan 7-band GEQ untuk setinggan mid-scooped seperti diatas, lalu ingin menggeser frekwensi mid-scoopnya, maka kita harus mengatur ulang setinggan ketujuh slider GEQ tersebut, sementara dengan PEQ kita hanya perlu memutar satu knob. Dengan PEQ kita dapat lebih leluasa untuk bereksplorasi.

    __________________________________________________ _____________________________________________

    Tanya : Apa itu Pre-Post EQ?

    Jawab: Pre-post EQ adalah istilah proses ekualisasi sebelum dan sesudah overdrive atau distorsi. Ini setup tone-shaping yang sangat fleksibel untuk mengolah sound overdrive /
    distorsi.



    Pre-EQ dapat dimaksudkan untuk memodifikasi tone dari pickup (menjadi lebih tebal, bright, dll) sebelum masuk ke overdrive/distorsi, atau sebagai booster yang dapat meningkatkan kadar gain dan sustain dari pedal overdrive/distorsi di belakangnya. Menggunakan EQ sebagai booster lebih fleksibel dibandingkan pedal boost biasa, karena dengan EQ kita leluasa mendapatkan berbagai karakter boost : treble boost, mid boost, bass boost, dan sebagainya. Perubahan suara yang dihasilkan pre-EQ tidak terlalu kentara (dibanding post-EQ), tetapi lebih cenderung memberi warna pada karakter pedal overdrive/distorsi di belakangnya.

    Post-EQ dimaksudkan untuk tone-shaping yang lebih luas dari apa yang bisa dicapai hanya dengan tone control pedal overdrive/distorsi itu sendiri. Perubahan suara yang dihasilkan lebih jelas dan kentara (dibanding pre-EQ). Post-EQ tidak memberi warna pada karakter overdrive/distorsi, tapi lebih mempengaruhi ‘tone’.

    Berikut ini adalah satu skema Pre-Post EQ favorit saya untuk digunakan bersama dengan pedal overdrive / distorsi (lihat section sample settings untuk detilnya).


    __________________________________________________ _____________________________________________

    Tanya : Gua udah ada bayangan nih sound kayak apa atau perubahan warna kayak gimana yang gua cari, terus gimana caranya terjemahin maksud gua ini ke settingan EQ?

    Jawab: Bagi yang belum terbiasa menggunakan EQ memang akan sangat membantu kalo kita punya semacam ‘kamus’ yang bisa digunakan sebagai referensi untuk menerjemahkan konsep sound yang diinginkan menjadi settingan parameter sebuah EQ. Tabel di bawah ini adalah rangkuman singkat resep-resep dasar dan generik untuk menerjemahkan gambaran warna sound menjadi settingan EQ.



    Sumber : [url]http://www.sirgalahad.org/paul/music/eq-guide.html[/url]
    Last edited by gfisys; 25-03-2011 at 03:20.
    [url]www.gfisystem.com[/url]

  6. The Following 20 Users Say Thank You to gfisys For This Useful Post:

    4Stringer (25-03-2011), andi mysin (06-04-2011), andrapgm03 (29-03-2011), awidowo (29-03-2011), Bob Jansen (26-03-2011), dcahyo (06-02-2012), emes (26-03-2011), goei (25-03-2011), Hadoitz (27-03-2011), Herry (25-03-2011), Indra YS (25-03-2011), koffee+jazz (27-03-2011), kulit.ari (25-03-2011), Moio (26-04-2011), musicman (25-03-2011), pandji_mev (12-04-2011), rads (25-03-2011), Rori (11-05-2011), senar surga (25-04-2011), ___-aduen-___ (28-03-2011)

  7. #4
    Join Date
    Oct 2010
    Posts
    475
    Nama asli
    Henry Widjaja
    Rep Power
    71
    EQ Tutorial : Pengenalan & Aplikasi (lanjutan)


    3.2 Sample Settings
    Dalam section ini saya berikan beberapa sample setting PEQ. Silahkan dicoba dan diexplore lebih jauh.




















    Catatan :
    • Posisi kenop pada sample setting ini mengikuti spesifikasi pedal Equalisys. Parametric EQ merk lain mungkin akan memiliki spesifikasi yang berbeda. Misalnya posisi jam 12 pada kenop FREQ di Equalisys berarti 1 KHz, pada parametric EQ merk lain posisi jam 12 pada kenop FREQ-nya mungkin akan menunjuk ke frekwensi yang berbeda.
    • 2-Band Parametric EQ bisa didapat pada Equalisys dengan konfigurasi SERIES.
    • Pre-Post EQ bisa direalisasikan pada Equalisys dengan konfigurasi INDEPENDENT.



    *******
    ***************
    *******
    Last edited by gfisys; 26-03-2011 at 08:37.
    [url]www.gfisystem.com[/url]

  8. The Following 25 Users Say Thank You to gfisys For This Useful Post:

    4Stringer (25-03-2011), awidowo (29-03-2011), Bob Jansen (26-03-2011), budi ogah (25-03-2011), dcahyo (06-02-2012), Dimaz (25-03-2011), duff_bdg (26-04-2011), emes (26-03-2011), Hadoitz (27-03-2011), Herry (25-03-2011), Iga Massardi (25-03-2011), Indra YS (25-03-2011), jemini (26-03-2011), kick ass (25-03-2011), koffee+jazz (27-03-2011), kulit.ari (25-03-2011), Moio (26-04-2011), musicman (25-03-2011), poponbasser (25-05-2011), rads (25-03-2011), rohintan (25-03-2011), senar surga (25-04-2011), Seventh String (25-03-2011), trianto (19-06-2015), ___-aduen-___ (28-03-2011)

  9. #5
    Join Date
    May 2007
    Location
    Fish & Crocodile City
    Posts
    3,572
    Nama asli
    Daniel Renatan
    Rep Power
    125
    mantap nih artikelnya....
    _____
    Guitar for God and Guitar for Good

  10. #6
    Join Date
    Aug 2010
    Location
    jakarta
    Posts
    352
    Nama asli
    biancelcius
    Rep Power
    59
    EQ ini yg sebenernya mesti dimiliki setiap instrument yg ingin range nya lebih luas terutama gitar dan bass...manteb,,bener" detail jelasinnya,,


  11. #7
    Join Date
    Jan 2010
    Location
    Bekasi--Jakarta--Bekasi [PP]
    Posts
    3,364
    Nama asli
    Christoperson
    Rep Power
    101
    tobh abiees..................!!!



    tanya dunks,
    Quote Originally Posted by gfisys View Post
    EQ Tutorial : Pengenalan & Aplikasi
    ...



    ...
    mungkin ini maksudnya LOW SHELVING kah..??
    Last edited by 4Stringer; 25-03-2011 at 01:56.
    Interests:Compressors, PreAmps, OverDrives, Amp Simulators, Cab Sims, EQs.....


    [URL]http://www.youtube.com/user/string4madness[/URL]

    KEEP ON ROCKIN'
    \m/
    Spoiler:


  12. #8
    GILA ini artikel bergizi lengkap nih! mantep banget! (walau saya masih belajar mencerna ) terimakasih GFIsys!!
    Website lokal tentang review gear dan instrumen

    [URL="http://rigrigrig.com/"]http://rigrigrig.com/[/URL]

    Channel Youtube

    [URL="www.youtube.com/user/rigrigrigmusic"]www.youtube.com/user/rigrigrigmusic[/URL]

  13. #9
    Join Date
    Oct 2010
    Posts
    475
    Nama asli
    Henry Widjaja
    Rep Power
    71
    Quote Originally Posted by 4Stringer View Post
    tobh abiees..................!!!



    tanya dunks,

    mungkin ini maksudnya LOW SHELVING kah..??
    Hehe iya salah, sebentar di edit lagi, thanks buat koreksinya
    [url]www.gfisystem.com[/url]

  14. #10
    Join Date
    Dec 2010
    Location
    Semarang
    Posts
    472
    Nama asli
    Budi Santosa
    Rep Power
    62
    Artikel yang sangat mencerahkan...

    Tq...
    apapun merk alat musiknya, yang penting karyanya...

Page 1 of 5 123 ... LastLast

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Similar Threads

  1. Ebook tutorial peredam dan studio
    By ELROY in forum Korner studio musik
    Replies: 64
    Last Post: 11-04-2012, 09:14
  2. Aplikasi Asymetric Scale & Whole Tone dlm improvisasi
    By reffys_jazzmaster in forum Korner teori gitar
    Replies: 27
    Last Post: 13-04-2011, 12:33
  3. pengenalan
    By muri in forum Korner Perkenalan
    Replies: 2
    Last Post: 02-12-2010, 06:11
  4. Cubase tutorial: in the beginning...
    By Putra in forum Korner Musik Elektronik & DJ
    Replies: 3
    Last Post: 13-08-2008, 12:30
  5. Tutorial Recording, Mixing, Mastering
    By arisjulianta in forum Korner recording
    Replies: 6
    Last Post: 07-08-2008, 01:01

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •