![]() |
Bermain gitar dengan Soul / Feel
Halo para sahabat BM. Kali ini gue mau bahas satu materi yang kayaknya cukup menarik untuk dibahas. Yaitu bermain gitar dengan feel. Sering kita dengar bahwa salah satu kriteria pemain yang jago adalah pemain yang bisa bermain dengan jiwa, feel, soul dan sebagainya… Sebagian dari kita mungkin bertanya....”Jadi apa sih yang disebut bermain dengan feel itu ?” . Bagaimana sih agar kita bisa bermain dengan soulful (atau terkesan bermain dengan soulful) ? Sebenarnya bermain dengan jiwa/soul/feel adalah suatu implikasi dari teknik2 yang bisa kita pelajari… Pemain yang disebut bermain dengan feel/soul/jiwa pasti menguasasi hal-hal berikut ini : 1) Kemampuan memanipulasi timing dalam phrasing Contoh : Jika beat yang dimainkan adalah 4/4, maka sang gitaris terkadang bisa bermain slightly ahead atau slightly behind dari beat atau bisa juga gradually build up tempo dari melodic pattern yang dia sedang mainkan 2) Mempunyai teknik vibrato yang bagus Vibrato adalah signature dari masing-masing pemain dan kadang seorang pemain bisa dinilai dari seberapa bagus dia memainkan single note (yaitu apakah single note yang dia mainkan itu disertai vibrato yang enak didengar). Syarat vibrato yang enak adalah mempunyai range pitch yang sama dari tiap gerakan dan biasanya vibrato yang lebar (terlebih lagi jika beat lagunya cepat) lebih disukai dari vibrato yang sempit 3) Mempunyai teknik bending yang bagus Ada beberapa macam bending. Pertama adalah bending dengan menargetkan suatu note tertentu. Yang penting dari bending jenis ini adalah menjaga agar bendingnya tepat sasaran ke note yang dituju. Kedua adalah blues bend yaitu bending yang kurang dari half step. Ada juga teknik pre bend dimana kita bending dulu sebelum kita petik senarnya. Bisa memainkan bending dan menambahkan vibrato di atas bending juga sangat memberikan warna dalam permainan 4) Mempunyai phrasing yang sesuai dengan tema yang akan dia ekspresikan di lagu yang sedang ia mainkan Contoh : Solo gitar bagian ketiga dari lagu legendaris “Sweet Child O’Mine” adalah contoh bagus. Di awal Slash memainkan Harmonic Minor scale dengan tempo yang agak lambat (mengesankan suasana yang melankolis), lalu tiba-tiba berubah ke Minor Pentatonic Scale dengan tempo yang lebih cepat (perubahan mood dari melankolis ke agresif) 5) Bermain dengan ornamen Contoh : Mengaplikasikan teknik slide, ghost note sweep (umum di blues) 6)Kemampuan memanipulasi dynamic Dynamic gampangnya adalah keras/lembutnya suatu nada. Berbagai cara untuk memanipulasi dynamic adalah memvariasikan keras/lembutnya string attack (petikan) atau memainkan volume di gitar 7) Memanipulasi tone dengan merubah pickup di tengah permainan Contoh : Di bagian solo ketiga “Sweet Child O’Mine” Slash bermain dengan Neck Pick Up (ketika melakukan phrasing di Harmonic Minor Scale) dan langsung merubahnya ke Bridge Pick Up ketiga phrasing di Minor Pentatonic Scale (saat itu juga dia langsung memainkan Cry Baby-nya) Begitulah kira-kira pembahasan mengenai bermain dengan Feel/Soul. Mudah-mudahan pembahasan kali ini bisa membantu dan maafkan jika ada yang dirasa kurang tepat :) God Bless You… |
artikel keren :hebat:
Cuman gue agak kurang setuju sama yang nomor 3 Quote:
Point gue sih, bending bukan merupakan syarat umum main gitar dengan soul/feel. Bergantung dari kebutuhan jenis musiknya juga, karena gak semua jenis musik bisa diterapkan bending. Selain bending, teknik-teknik lain yang menurut gue perlu dikuasai dengan baik untuk menambah soul/feel adalah Legato dan Sliding. Anyway, keep on good posting bro :hebat: |
Terima kasih Bro Noviari :)
Iya...setuju banget...memang banyak aliran malah jadi aneh kalau main bending. Lupa ngasih disclaimer bahwa poin nomor 3 umumnya ada di Blues atau Rock :) |
kalo acuannya SLASH , pasti banyak yg setujuh deh , hihihihihi :D
|
klo bener begitu maka artinya semakin banyak teknik semakin dapet soul / feel-nya dong..?
menurut gue soul /feel itu gak ada hubungannya dengan dikuasainya dari teknik2 tersebut di atas... soul / feel tersebut adalah dunia tersendiri di luar teknik bermain instrumen.. setiap musisi bisa mengungkapkan soul / feelnya, bahkan yang gak menguasai teknik2 tersebut pun masih bisa mengungkapkan soul / feel-nya dengan berbagai cara.. ekspresi wajah dan gestur tubuh juga bisa sebagian dari bermain musik dengan soul / feel.. jadi klo pun mau dibahas bagaimana cara bermain musik dengan soul / feel, menurut gue gak tepat jika bahasannya kembali ke teknik2 bermaen instrumen musik yang sifatnya jasmaniah dan terukur.. paling tepat klo mau bermain musik dengan soul / feel maka bermainlah dengan hati yang senang dan menyukai yang dimainkannya hingga hilang keragu2an dan gak terfikir lagi kegelisahan atas permaenannya tersebut.. semua musisi mungkin bisa aja menguasai seluruh teknik memainkan instrumen termasuk yg 7 teknik tersebut di atas.. tapi belum tentu semua musisi ketika bermain musik yakin bahwa yang dimainkannya itu benar-benar yang ingin dia mainkan.. gemana bisa ada soul / feelnya jika hatinya diliputi kegelisahan dan tangannya memainkan not atau nada dengan hati penuh keragu2an?... jadi.. klo mau maen dengan soul / feel? lupakan teknik dari otot, stop bermain musik dengan berfikir pake otak, lupakan berbagai masalah dan bermain musiklah dengan senang, dan biarkan hati yang tenang tanpa kegelisahan dan keragu2an di dalamnya memberikan stimulasi pada tubuh untuk mengekspresilkan jiwa bermusik dengan apa adanya.. |
Quote:
|
artikel yang bagus... tapi poin vedi juga sangat bagus buat menambahkan. bener juga kok, tehnik bisa dipelajari dan dilatih.. tapi kalo hatinya gak menyukai musik pasti gak bakal dapet penjiwaannya. paling mentok cuma bisa 'terlihat' menjiwai, tapi buat apa? trus orang bisa kok main gitar dengan disertai mimik2 dan ekspresi2 yang emosional.. tapi apakah itu yang dimaksud penjiwaan? bisa jadi itu buatan, orang lain terutama yang awam mungkin bisa bilang gitaris yang seperti itu mainnya menjiwai tapi penjiwaan yang sesungguhnya bisa dirasakan dari mendengar nada yang dihasilkan. nada yang ada penjiwaan adalah nada yang dihasilkan dari hati yang menyukai musik.
|
Quote:
jadi sepertinya bentuk penjiwaan tersebut beragam... budjana+tohpati juga ga banyak gaya :) |
Buat gw sih soul/feel gaada hubungannya ama skill atw teknik.... bahkan band yang minim skill kayak Sex Pistols pun bisa perform dengan soul/feel yang tinggi.
|
Quote:
seandai nya sekarang orang serampangan ngomong sal-sol-sal-sol seandainya soul = ekspresi, mimik, blues, dll saya akan mulai menggunakan kata "attitude" intinya, dia tau apa yg dia lakukan, dia amat sangat enjoy melakukannya, dia melakukan dengan cara dia sendiri, ga peduli orang bakal suka/tidak, dan bakal menolak tawaran (duit banyak sekalipun) untuk melakukan hal lain. yg di-bold ... curcol :D oia, just saying .. saya selalu menjadi semangat tiap kali liat coldplay live saya pernah nangis liat dvd damien rice saya selalu senyum liat dvd Heima saya selalu :genit klo liat vidio she and him saya ingin menari saat liat live Jason Mraz :) |
Quote:
|
Andy James yang sibuk komat-kamit :
[media]http://www.youtube.com/watch?v=EtEvHtQkcoA[/media] |
Emang sih soul/feel itu berhubungan dengan penjiwaan... gimana kita menjiwai sebuah lagu.. mungkin banyak member BM di sini yang udah ngerti. Tapi bisa jadi lain halnya dengen newbie.
Kenapa gue bisa ngomong gitu, soalnya I've Been There... Waktu gue jadi newbie, gue sering denger tuh soal penjiwaan, feel dan soul. Gue bener2 mikir "udah gak usah banyak belajar macem teknik, yang penting gue main dengan soul gue". Akibatnya, permainan gue ancur abis :D Ya gue sih seneng2 aja maininnya, tapi yang denger pada sakit telinga :p Sampe salah satu temen yang gue anggap guru gitar gue ngajarin, bahwa sebelum gue ngomong soal soul, feel, penjiwaan dll, gue mesti nguasain dulu teknik2 dasar dengan bener. Di sini bukan masalah kita nguasain berbagai macam teknik, tapi paling enggk teknik dasar mesti bener dulu. Kalo belon bener gak usah ngomong soal yang lain dulu deh. Tulisan TS ini sangat berguna terutama buat newbie gimana untuk ndapetin feel, soul penjiwaan dsb. Emang sih yg ditulis TS gak langsung ngomong itu. Tapi yg ditulis itu merupakan "jembatan" menuju ke sana, menuju ndapetin feel, soul penjiwaan dsb. Yang ditulis TS kan juga bukan soal teknik2 yang rumit2, bukan shreding, memainkan banyak nada dalam hitungan cepat, bukan juga memainkan nada-nada yang rumit dll. Tapi sebenernya emang masih dasar2 aja. Menurut gue sih paling penting untuk dikuasain dulu adalah yang ini Quote:
Phrasing itu gak harus rumit, gak harus ribet dan kompleks... tapi mesti tepat dan sesuai. Nha ini yang gak mudah. Kemudian ada juga Tema. Gue sering liat pemain yang lead/solonya keluar dari tema lagu. Mainnya skill tinggi tapi ya itu lari keluar tema. Mangkanya Tema lagu itu penting banget untuk dijiwai. Baru deh abis itu yang menurut gue perlu di-highlite adalah sbb: Quote:
|
teknik tanpa feel = robot
feel tanpa teknik = ngawur kalau bisa keduanya kenapa tidak? :) |
gw setuju ama TS tapi ga sempet nulis panjang2 :D
|
Juga jangan lupa,"soul" orang2 itu beda2..jadi bukan hanya main musik sedih2 dan bisa bending 2 not yang dikategorikan musik ber-soul...menurut pendapat gw pribadi,selama orang tersebut memainkan musik (atau melukis,memahat,memasak,dll) dan dalam proses tersebut dia menunjukkan emosi (bisa sedih,senang,marah,dll) bisa dibilang dia telah "put a little bit of their soul to it".
Quote:
|
Menurut gua... selain phrasing ada satu hal lagi yang harus dikuasai yaitu Nuansa.. phyrigian, locrian (yang seinget gua ada 28 modes) itu gunanya untuk nuansa... belajar nuansa belajar juga soal chord pasti.. orang suka lupa sama penguasaan Chord.. sekalipun Metallica mereka pasti main nuansa di chord2nya sehingga chromatic nya juga bagus2 hehehe... Sering tuh Metallica pake chord 9, Sus, Sus2.. hehehe...:D
|
Quote:
Walaupun dengan sadar bermain modes itu butuh effort lebih sih... (harus ngapalin soalnya)...dan penggunaannya di Rock and Blues relatif terbatas... kecuali Ionian (sama dengan major scale) atau Aeolian (sama dengan natural minor scale) Kalau kita dengar kata Modes langsung kita ingat kata Mood.. masing-masing modes punya mood/warna sendiri2... jadi memilih modes yang sesuai (jika memang pengen mainin modes) penting untuk phrasing Chord juga gitu...masing2 embellishment punya warna sendiri2... That's why music is so beautiful... :) |
Quote:
Itu satriani kan justru khas-nya pake Lydian tuh. Coba aja main Lydian, pasti langsung terdengar satriani-like. Trus kalo main neo classic, terutama ala yngwie, sering juga pake yang modes aneh2 tuh... Kalo ngikutin lesson-nya Dave Weiner di youtube, gue malah jadi sering pake Myxolydian. Soalnya menurut Weiner, Myxolydian itu adalah penggabungan dari major (M3) dan minor (m7). Jadi cukup luas bisa dipake dari jazz, blues, rock, funk, dll. Untuk blues juga bergantung sih blues yang mana dulu :D Blues itu kan luas mulai dari blues murni, delta blues, blues rock, blues jazz, dll. Kalo blues jazz sih pake macem2 modes juga, terutama Myxolydian selain Dorian dan Aeolian. Dari yang gue tau, musisi jazz itu emang lebih prefer pake dorian daripada aeolian untuk minor. Konon sih karena Dorian itu lebih terdengar jazzy ketimbang aeolian. |
Quote:
Hehehe...setuju bro... Bisa juga dipergunakan untuk rock...di artikel gue sebelumnya juga disebutin bahwa untuk aliran Rock dan Blues jika sudah nyaman mempergunakan Minor Pentatonic dan Major Pentatonic bisa mulai bermain ke ranah yang lebih mengerikan yaitu Modes... Terutama untuk Rock... scale yang umum selain Ionian dan Aeolian adalah Mixolydian dan Dorian. Mixolydian juga lumayan cukup umum di blues (terutama untuk yang modern), karena pas banget dimainin bersama dominant 7th chord ... kalau mau terdengar seperti dua dewa gitar Vai dan Satriani bisa deh naikin nada ke empat dari major scale half step (alias Lydian)...hehehe Tapi IMHO untuk langkah awal...dan mau mainin rock dan blues kita sebaiknya menguasai dulu Minor Pentatonic dan Major Pentatonic...sebelum bermain-main ke ranah modes... :) |
Pembahasannya menarik nih.. ijin menyimak aja deh...
(tp pd dasarnya aq jg setuju sm TS-nya..) |
dari page awal sampe page-3 gw liat tampaknya masih mengkombinasikan feel n teori musik plus dgn kunci2 dan scale yang jelimet-jelimet yah ....
padahal niih yee ... kalo menurut gw nih ... soul / feel itu bisa datang ketika si player (apapun peranannya, entah sbg basis, kibordis, gitaris, drummer, etc) bermain dgn "mengerti" apa esensi dari musik yang dimainkan. misal : - utk soul bermain grunge seperti nirvana atau pearl jam, saya rasa ga akan bisa disamakan soulnya ketika lagi bermain blues seperti BB king - utk soul bermain jazz seperti pat metheny , saya rasa ga akan bisa disamakan soulnya dengan bermain punk ala green day - utk soul bermain musik brit-alternatif seperti oasis, ga akan bisa disamakan soulnya dengan bermain neoclassic ala jason becker jadi, intisari dari bagaimana mendapatkan soul itu, adalah ketika seorang player bener-bener tau APA ESENSI dari jenis musik yang dimainkan ;) bukannya ga setuju dgn tulisan TS diatas , gw setuju banget, tapi tulisan yang diatas itu lebih ke "HOW TO"/ "bagaimana caranya" , bukan seperti yang ditulis TS : " bermain dengan jiwa/soul/feel adalah suatu implikasi dari teknik2 yang bisa kita pelajari… " (IMHO, menurut gw pribadi yah) karena, kalo batasannya cuma implikasi dari teknik2 yang bisa dipelajari , maka KASIAN DONG musik punk / alternatif / Grunge / SKa yang mostly lebih kuat di rhythm sectionnya aja. karena kalo batasannya berbicara teknik, ga akan fair utk musik yg non-teknik. justru menurut gw : penjiwaan dari lagu tersebut lah yg menempati teknik tertinggi dari semua skill intrument yang ada. kalo ga percaya , coba aja misalnya : 1. seorang Pat Metheny bisa ga disuruh maen lagu2nya Oasis atau radiohead (kalopun kuncinya sama, tapi gw yakin soul britishnya akan beda dgn noel Galagher) , even kita sbg gitaris tau bahwa secara teknik, lagu oasis itu ga ada teknik ribetnya / scale yang aneh2 2. seorang Eddie Van Halen disuruh maen lagu2nya SLipknot (kalopun distorsinya mungkin sama2 gahar, tapi pasti gregetnya berbeda) , even kita semua tau bahwa two handed tapping eddie kan maut 3. Seorang Kurt Cobain pun disuruh maen lagu2 Greenday, gw rasa juga pasti ga akan seasik si Biily Joe Armstrongnya sendiri, even kita tau bahwa lagu nirvana maupun greenday pun 2-2nya ga ada teknik yang jelimet ! jadi sekali lagi , menurut gw tulisan TS diatas itu lebih ke pembahasan teknikalnya aja, bukan apa yang dinilai utk mencapai tingkatan titik soul di suatu lagu / suatu genre. dan utk memperdalam soul / penjiwaan di dalam suatu genre, percaya deh, ini perjalanan bermusik yang memakan waktu tahunan. tapi makin kita menyelam kedalam, ternyata makin asik kok ! (bukan makin kelelep yah) :D jadi, sebelum gw tutup, gw suka banget ama tulisan Faisal yang ini : Quote:
sekali lagi , tulisan diatas sifatnya IMHO ;) , like or dislike, gapapa bebas aja :) --gooswyn-- |
Quote:
Sama seperti penyair, semakin banyak kata yang dikuasai semakin kaya puisi yang diciptakan, meskipun ada juga penyair yang irit kata, disisi lain penyair yang bisa bikin puisi bagus dengan sedikit kata jumlahnya dikit banget dan you have to be really genius hehehehe, at least teknik basic bermusik harus bener dulu baru kita bisa ngomong soal soul, Di akhir kata, make love sih anak yang kencingnya sdh bisa lurus di jamin bisa, masalah foreplay yang bisa bikin pasangan panas dingin dan berdebar debar hanya bisa dilakukan oleh orang orang yang berpengalaman dan punya jam terbang tinggi ........!!!!!! Itu pendapat gue lho kalo ente lain ya silahkan saja Mohon maap kalau ada yg kurang berkenan, maklum nubie :):):):D |
Quote:
|
pernah di ktr ane nyetel 'little wing' nya om SRV
tiba2 ada tmn ktr (dia bkn musisi..palagi gitaris..cewek pula :D ) komen..lagunya bagus.. ane tanyaiin..'bagus apanya?' ..dia jawab.. ga tau..tp nada2nya sepertinya mengungkapkan perasaannya... :D seperti kata2.. yg bukan hanya cuma urutan huruf..tp jg mengandung makna begitu pula urutan nada2...yg bila di mainkan dg hati (soul) akan tersampaikan ke audience nya ini cm teori ane sih.... CMIIW :D |
Quote:
Quote:
4) Mempunyai phrasing yang sesuai dengan tema yang akan dia ekspresikan di lagu yang sedang ia mainkan Emang sih TS kasih contoh utk no. 4 ini pake contoh yg "njlimet". Padahal enggak harus gitu. Kuncinya adalah sesuai dengan tema lagu. Nha itu yang maksudnya mengerti apa yang dimainkan dan sesuai. Gak harus njlimet tapi mesti pas dan sesuai dengan esensi dan tema lagu. Quote:
Jawabannya masih berlaku kok. Seperti yang gue bilang emang ini mencakup lead/melodi. Nha kalo di musik punk / alternatif / Grunge / SKa ada interlude/lead/melodi maka yang disebut TS itu berlaku. Mungkin bending yang belon pasti, mangkanya sempet gue "protes". Tapi phrasing, timing, sesuai tema, ornamen itu tetap berlaku lho untuk lead/melodi di musik punk / alternatif / Grunge / SKa. Tentu saja kalo ada lead/melodi-nya, soalnya banyak lagu punk / alternatif / Grunge / SKa yang gak ada lead/melodi-nya. BTW, gue waktu FnS taun lalu kan sempet mainin "No One Knows"-nya Queen Of The Stone Age. Itu termasuk alternatif tuh. Nha lead/melodi di lagu itu contoh penerapan yang disebut TS di awal. Enggak panjang (siapa bilang mesti panjang). Tapi phrasing dan timing-nya tepat banget dan sesuai dengan tema lagu. Ornamen? Ada legato dan sliding lho di lead/melodi yang enggak panjang tsb, legato dan sliding itu masuk ornamen. Nha lead/melodi "No One Knows" itu kayaknya pake scale yang enggak biasa deh. Nuansanya bisa dark gitu. Gue terus terang gak nemu, jadi kira2 aja (mangkanya ancur :p). Bisa diliat kalo scale yang gak biasa atau njlimet itu dipake juga di alternatif. Ya cuman kasih contoh aja, di musik alternatif pun teori2 itu tetap berlaku. |
Quote:
Ditambah lagi didukung teknik seperti vibrato, bending, dan ornamen yang tepat.... sekali lagi mesti tepat, gak boleh berlebihan juga.... |
Quote:
mangkanya, td gw kan jg bilang, kalo lebih spesifik ke lead gitar, berarti pembahasannya hanya berlaku utk genre yg memiliki lead / solo gitar kan ? jd kurang spesifik. makanya gw jadi binun. maka, harusnya judul threadnya bukan "bermain gitar dengan soul / feel" tapi harusnya : "BAGAIMANA TEKNIS BERMAIN LEAD GITAR DENGAN SOUL / FEEL" ----> nah kalo judul threadnya ini , ane ikutan sepakat deh ! Quote:
Quote:
nah, kalimat nada memang paling esensial terutama utk musik instrumental / kalo lagi solo / lead guitar. dan akan menjadi lebih indah kalo ditambahkan dengan teknik2 yg ada spt ibarat misalnya dikasih vibra (misalnya ngomong : "halo" dengan ngomong : "HALOOooo...." (dari aksen besar ke kecil) ) . Phrasing utama nadanya ya kata "HALO" tadi plus kalo ditambahkan teknik / aksen akan lebih bagus karena seperti lebih humanisme, bukan seperti denger suara "halo" di mesin ATM ) :wkwk: :wkwk: anyway busway, gw setuju kok dgn yg ditulis TS diatas. tapi yg perlu dikoreksi menurut gw (IMHO) yah masalah esensi ditambahin kata2 lead / solo aja supaya lebih jelas teknik pembahasannya ;) sekali lagi seperti yg diatas2 tadi sebelumnya , tulisan diatas sifatnya IMHO ;) , like or dislike, gapapa bebas aja :) --gooswyn-- |
Quote:
sama kaya orang bawa mobil, kalo baru belajar, boro2 mau nyetir sambil menikmati pemandangan, sedangkan fokusnya masih ngatur kaki, kapan masuk gear, rem, ngasih sein, dll.. kalau kita sudah menguasai cara nyetir dengan baik (sekali lagi, ga perlu jadi pembalap, walaupun punya skill pembalap tidak dilarang dan baik jika dimiliki) baru bisa nyetir sambil nikmati perjalanannya. jadi kuncinya mungkin ya pelajari musik tersebut sampai "nyaman" supaya lebih menikmati. kalo sudah menikmati, maka "soul"nya pun bisa mengalir lebih baik lagi |
Salah satu contoh phrasing yang asik itu menurut gue ada di interlude/lead lagu "Soldier of Fortune"-nya Deep Purple. Di situ Richie Blackmore, salah satu pelopor shredder, justru tidak mengumbar kecepatan, tidak juga menampilkan banyaknya nada yg bisa dipetik, maupun scale yang rumit.
Beliau "hanya" memilih beberapa nada yang tepat saja, kemudian merangkainya menjadi kalimat yang indah... ditambah ornamen legato dan sliding yang pas, sedikit bending dan vibrato.... jadilah potongon melodi yang singkat dan tepat juga indah, bermakna, dan nempel terus di kepala pendengarnya..... |
Quote:
|
the best guitarist buat gw untuk urusan phrasing melodi: David Gilmour :D
|
Quote:
Solonya di "Comfortably Numb" contoh bagus banget untuk solo yang efisien tapi feel-nya dapet banget... Ini sekalian gue kasih link youtube untuk lagu "Comfortably Numb" dari Pink Floyd... :) http://www.youtube.com/watch?v=YQWszrZHBPI |
Quote:
|
Quote:
Soal ritem.. ini dia yang perlu diluruskan.. kadang gitaris terutama mengejar yang namanya melodi padahal ritem itulah soul dari lagu.. sehingga akhirnya beat jadi satu peranan sangat besar dan mendasar dalam musik.. dan itu sering dilupakan dalam permainan musik.. Rada melenceng tapi gua perlu share dikit.. gitar itu adalah the queen of instrument (yang mana the king nya adalah piano or harpa)... kenapa dikatakan gitu karena di dalam gitar kita bisa bermain bersamaan antara melodi dan ritem.. gitar bisa membentuk chord.. bisa juga membuat arpegio... atau bisa bersamaan chord dan arpegio atau melodic.. itu jagonya gitar.. Tetapi karena gitar bisa bermain chord maka sebenarnya alat gitar diciptakan sebagai pengiring dalam musik.... itu harus kita sadari betul Makanya dalam keseluruhan musik itu ada 3 unsur penting, satu adalah nuansa, kedua adalah beat, dan ketiga adalah melodik.. itulah yang menentukan soul dari sebuah musik... dan gitar berada di wilayah nuansa.. beat itu ada dipegang oleh drum dan bass.. serta melodik itu dipegang oleh alat2 musik melodik (biola, alat tiup, dll).. ini esensinya.. dan tentu saja musik tidak terkotak kotak seperti begitu.. hanya kita perlu sadar kalau bicara soul bicara soal esensi musik dan bicara soal esensi dari alatnya sendiri... Sebagai penutup.. coba perhatikan beberapa gitaris top dunia di berbagai genre musik... liat cara mereka bermain.. semakin tua bukan semakin ngebut.. semakin tua mereka akan main semakin pelan dan semakit dikit nada yang dihasilkan.. semakin mereka bermain dengan namanya nuansa lagu.. dan melodi yang dihasilkan sedikit, tapi berbobot harmonisasi nya dengan lagu.. Coba gua kasih contoh ya yang diambil dari youtube.. liat bagaimana BB King bermain di tengah gitaris2 besar dunia lain nya.. liat bagaimana dia ambil nunasa musik dan bagaimana dia bermain dengan soul... liat bagaimana seorang slash dengan nama besarnya aja sampai jadi salting di sebelah BB King padahal si BB King melodi nya dikit banget hehehe...selamat menikmati:D http://www.youtube.com/watch?v=L74AGJ4veS0 |
Quote:
Kayaknya di awal thread gak ada deh yang nyebut2 soal ngebut dan komples :confused:, sekali lagi yang disebut TS kan soal penguasaan phrasing yang baik... Kebetulan TS kasih contohnya Slash aja, mungkin penggemar Slash. Selain itu juga TS nyebut soal TIMING, TEMA dan Ornamen. Timing bukan soal ngebut, tapi soal tepat. Jadi gak ada tuh yg nyebut mesti ngebut. Kalo soal Tema, nha ini emang yg penting biar melodi gak itu pas dan sesuai. Gitaris2 hebat seperti BB King itu sangat memperhatikan Tema, phrasing yang beliau hasilkan pasti selalu sesuai dengan tema lagu dan memiliki tema yang dalam. Gitaris2 hebat, seperti BB King, itu juga sangat pandai menempatkan Ornamen (bending, sliding, legato, vibrato, dll) pada melodinya. Justru contoh yang elo kasih itu adalah contoh phrasing, timing, tema dan ornamin yang baik ..... dengan kata lain ya emang sesuai dengan yang disebut TS di awal... gimana cara bikin phrasing yang baik... nha itu lain cerita hehehehe.... |
Lucu aja, dari semua posting yang bernada "kurang setuju", semuanya memberikan pendapat dan contoh yang mana semuanya adalah contoh dari phrasing, timing, tema dan ornamen yang baik. Yang mana justru merupakan sesuai banget sama tulisan TS di awal.
|
Quote:
jadi memang judul thread ini pengaruhnya besar...jangan remehkan judul yang kelihatannya sepele...:D :D |
Quote:
yah jadi rada OOT hhehehehe.....:D |
Quote:
note: I've been there ... alias dulu gue juga gitu hihihihihihi :o |
| All times are GMT +7. The time now is 08:52. |
Powered by vBulletin® Version 3.8.6
Copyright ©2000 - 2013, Jelsoft Enterprises Ltd.
Copyright ©2007 - 2011, bengkelmusik.com. All rights reserved.