Komunitas Bengkel Musik

Komunitas Bengkel Musik (http://www.bengkelmusik.com/forum/index.php)
-   Korner teori gitar (http://www.bengkelmusik.com/forum/forumdisplay.php?f=10)
-   -   Bermain gitar dengan Soul / Feel (http://www.bengkelmusik.com/forum/showthread.php?t=19510)

hermawan 17-01-2012 07:29

Pembahasannya menarik nih.. ijin menyimak aja deh...
(tp pd dasarnya aq jg setuju sm TS-nya..)

gooswyn 17-01-2012 10:40

dari page awal sampe page-3 gw liat tampaknya masih mengkombinasikan feel n teori musik plus dgn kunci2 dan scale yang jelimet-jelimet yah ....


padahal niih yee ...
kalo menurut gw nih ...

soul / feel itu bisa datang ketika si player (apapun peranannya, entah sbg basis, kibordis, gitaris, drummer, etc) bermain dgn "mengerti" apa esensi dari musik yang dimainkan.

misal :
- utk soul bermain grunge seperti nirvana atau pearl jam, saya rasa ga akan bisa disamakan soulnya ketika lagi bermain blues seperti BB king
- utk soul bermain jazz seperti pat metheny , saya rasa ga akan bisa disamakan soulnya dengan bermain punk ala green day
- utk soul bermain musik brit-alternatif seperti oasis, ga akan bisa disamakan soulnya dengan bermain neoclassic ala jason becker

jadi, intisari dari bagaimana mendapatkan soul itu, adalah ketika seorang player bener-bener tau APA ESENSI dari jenis musik yang dimainkan ;)

bukannya ga setuju dgn tulisan TS diatas , gw setuju banget, tapi tulisan yang diatas itu lebih ke "HOW TO"/ "bagaimana caranya" , bukan seperti yang ditulis TS : " bermain dengan jiwa/soul/feel adalah suatu implikasi dari teknik2 yang bisa kita pelajari… " (IMHO, menurut gw pribadi yah)

karena, kalo batasannya cuma implikasi dari teknik2 yang bisa dipelajari , maka KASIAN DONG musik punk / alternatif / Grunge / SKa yang mostly lebih kuat di rhythm sectionnya aja.

karena kalo batasannya berbicara teknik, ga akan fair utk musik yg non-teknik. justru menurut gw : penjiwaan dari lagu tersebut lah yg menempati teknik tertinggi dari semua skill intrument yang ada.


kalo ga percaya , coba aja misalnya :
1. seorang Pat Metheny bisa ga disuruh maen lagu2nya Oasis atau radiohead (kalopun kuncinya sama, tapi gw yakin soul britishnya akan beda dgn noel Galagher) , even kita sbg gitaris tau bahwa secara teknik, lagu oasis itu ga ada teknik ribetnya / scale yang aneh2
2. seorang Eddie Van Halen disuruh maen lagu2nya SLipknot (kalopun distorsinya mungkin sama2 gahar, tapi pasti gregetnya berbeda) , even kita semua tau bahwa two handed tapping eddie kan maut
3. Seorang Kurt Cobain pun disuruh maen lagu2 Greenday, gw rasa juga pasti ga akan seasik si Biily Joe Armstrongnya sendiri, even kita tau bahwa lagu nirvana maupun greenday pun 2-2nya ga ada teknik yang jelimet !


jadi sekali lagi , menurut gw tulisan TS diatas itu lebih ke pembahasan teknikalnya aja, bukan apa yang dinilai utk mencapai tingkatan titik soul di suatu lagu / suatu genre.

dan utk memperdalam soul / penjiwaan di dalam suatu genre, percaya deh, ini perjalanan bermusik yang memakan waktu tahunan. tapi makin kita menyelam kedalam, ternyata makin asik kok ! (bukan makin kelelep yah) :D


jadi, sebelum gw tutup, gw suka banget ama tulisan Faisal yang ini :

Quote:

Originally Posted by musicman (Post 209823)
nada yang ada penjiwaan adalah nada yang dihasilkan dari hati yang menyukai musik.



sekali lagi , tulisan diatas sifatnya IMHO ;) , like or dislike, gapapa bebas aja :)

--gooswyn--

Vidi Rosen 17-01-2012 11:25

Quote:

Originally Posted by Seventh String (Post 209861)
teknik tanpa feel = robot
feel tanpa teknik = ngawur

kalau bisa keduanya kenapa tidak? :)

Ini pendapat yang sangat bijaksana!!!!!!! Kalo menurut gue sih, semakin banyak kita menguasai berbagai macam teknik akan semakin kita bisa menunjukan suasana hati dan penjiwaan kita terhadap musik yang kita mainkan.

Sama seperti penyair, semakin banyak kata yang dikuasai semakin kaya puisi yang diciptakan, meskipun ada juga penyair yang irit kata, disisi lain penyair yang bisa bikin puisi bagus dengan sedikit kata jumlahnya dikit banget dan you have to be really genius hehehehe, at least teknik basic bermusik harus bener dulu baru kita bisa ngomong soal soul,

Di akhir kata, make love sih anak yang kencingnya sdh bisa lurus di jamin bisa, masalah foreplay yang bisa bikin pasangan panas dingin dan berdebar debar hanya bisa dilakukan oleh orang orang yang berpengalaman dan punya jam terbang tinggi ........!!!!!! Itu pendapat gue lho kalo ente lain ya silahkan saja

Mohon maap kalau ada yg kurang berkenan, maklum nubie :):):):D

Adrian81 17-01-2012 11:27

Quote:

Originally Posted by Vidi Rosen (Post 209934)

Di akhir kata, make love sih anak yang kencingnya sdh bisa lurus di jamin bisa, masalah foreplay yang bisa bikin pasangan panas dingin dan berdebar debar hanya bisa dilakukan oleh orang orang yang berpengalaman dan punya jam terbang tinggi ........

Mantabb abis ini analogi.... wkwkwkwk....

mazbay 17-01-2012 11:34

pernah di ktr ane nyetel 'little wing' nya om SRV

tiba2 ada tmn ktr (dia bkn musisi..palagi gitaris..cewek pula :D ) komen..lagunya bagus.. ane tanyaiin..'bagus apanya?' ..dia jawab.. ga tau..tp nada2nya sepertinya mengungkapkan perasaannya...
:D

seperti kata2.. yg bukan hanya cuma urutan huruf..tp jg mengandung makna

begitu pula urutan nada2...yg bila di mainkan dg hati (soul) akan tersampaikan ke audience nya

ini cm teori ane sih.... CMIIW :D

noviari 17-01-2012 11:35

Quote:

Originally Posted by gooswyn (Post 209932)
dari page awal sampe page-3 gw liat tampaknya masih mengkombinasikan feel n teori musik plus dgn kunci2 dan scale yang jelimet-jelimet yah ....

waduh kalo ketemu teori jangan langsung dipikir njlimet dong :) ya emang ada contoh yang disebut TS yang nyebut2 scale yang gak umum, tapi sebenernya esensi dari yang disebut TS di awal itu basic aja kok... gak harus njlimet.

Quote:

Originally Posted by gooswyn (Post 209932)
soul / feel itu bisa datang ketika si player (apapun peranannya, entah sbg basis, kibordis, gitaris, drummer, etc) bermain dgn "mengerti" apa esensi dari musik yang dimainkan.

nha sebenernya masalah mengerti esensi musik yang dimainkan... memainkan sesuai dengan lagu itu ada di no. 4

4) Mempunyai phrasing yang sesuai dengan tema yang akan dia ekspresikan di lagu yang sedang ia mainkan

Emang sih TS kasih contoh utk no. 4 ini pake contoh yg "njlimet". Padahal enggak harus gitu. Kuncinya adalah sesuai dengan tema lagu. Nha itu yang maksudnya mengerti apa yang dimainkan dan sesuai. Gak harus njlimet tapi mesti pas dan sesuai dengan esensi dan tema lagu.

Quote:

Originally Posted by gooswyn (Post 209932)
karena, kalo batasannya cuma implikasi dari teknik2 yang bisa dipelajari , maka KASIAN DONG musik punk / alternatif / Grunge / SKa yang mostly lebih kuat di rhythm sectionnya aja.

Yang dibahas TS ini emang lebih ke lead/melodi sih bukan ke ritem. Nha trus pertanyaannya, apa utk musik punk / alternatif / Grunge / SKa dll yang lebih kuat di ritem trus teori yg disebut TS jadi gak berlaku?

Jawabannya masih berlaku kok. Seperti yang gue bilang emang ini mencakup lead/melodi. Nha kalo di musik punk / alternatif / Grunge / SKa ada interlude/lead/melodi maka yang disebut TS itu berlaku. Mungkin bending yang belon pasti, mangkanya sempet gue "protes".

Tapi phrasing, timing, sesuai tema, ornamen itu tetap berlaku lho untuk lead/melodi di musik punk / alternatif / Grunge / SKa. Tentu saja kalo ada lead/melodi-nya, soalnya banyak lagu punk / alternatif / Grunge / SKa yang gak ada lead/melodi-nya.

BTW, gue waktu FnS taun lalu kan sempet mainin "No One Knows"-nya Queen Of The Stone Age. Itu termasuk alternatif tuh. Nha lead/melodi di lagu itu contoh penerapan yang disebut TS di awal. Enggak panjang (siapa bilang mesti panjang). Tapi phrasing dan timing-nya tepat banget dan sesuai dengan tema lagu. Ornamen? Ada legato dan sliding lho di lead/melodi yang enggak panjang tsb, legato dan sliding itu masuk ornamen.

Nha lead/melodi "No One Knows" itu kayaknya pake scale yang enggak biasa deh. Nuansanya bisa dark gitu. Gue terus terang gak nemu, jadi kira2 aja (mangkanya ancur :p). Bisa diliat kalo scale yang gak biasa atau njlimet itu dipake juga di alternatif.

Ya cuman kasih contoh aja, di musik alternatif pun teori2 itu tetap berlaku.

noviari 17-01-2012 11:39

Quote:

Originally Posted by mazbay (Post 209936)
seperti kata2.. yg bukan hanya cuma urutan huruf..tp jg mengandung makna

begitu pula urutan nada2...yg bila di mainkan dg hati (soul) akan tersampaikan ke audience nya

Nha memainkan urutan nada2 itu menjadi sesuatu yang indah itulah yang disebut phrasing.... membuat phrasing yang tepat dan sesuai tema itulah emang gak mudah. Tapi kalo bisa, ya hasilnya bisa seperti itu.. indah, mengena dan bermakna.

Ditambah lagi didukung teknik seperti vibrato, bending, dan ornamen yang tepat.... sekali lagi mesti tepat, gak boleh berlebihan juga....

gooswyn 18-01-2012 12:14

Quote:

Originally Posted by noviari (Post 209937)
Yang dibahas TS ini emang lebih ke lead/melodi sih bukan ke ritem. Nha trus pertanyaannya, apa utk musik punk / alternatif / Grunge / SKa dll yang lebih kuat di ritem trus teori yg disebut TS jadi gak berlaku?

Jawabannya masih berlaku kok. Seperti yang gue bilang emang ini mencakup lead/melodi. Nha kalo di musik punk / alternatif / Grunge / SKa ada interlude/lead/melodi maka yang disebut TS itu berlaku. Mungkin bending yang belon pasti, mangkanya sempet gue "protes".

naaah ....
mangkanya, td gw kan jg bilang, kalo lebih spesifik ke lead gitar, berarti pembahasannya hanya berlaku utk genre yg memiliki lead / solo gitar kan ? jd kurang spesifik. makanya gw jadi binun.

maka, harusnya judul threadnya bukan "bermain gitar dengan soul / feel" tapi harusnya : "BAGAIMANA TEKNIS BERMAIN LEAD GITAR DENGAN SOUL / FEEL" ----> nah kalo judul threadnya ini , ane ikutan sepakat deh !


Quote:

Originally Posted by noviari (Post 209937)
Ya cuman kasih contoh aja, di musik alternatif pun teori2 itu tetap berlaku.

yes, betul, teori musik emang berlaku utk semua musik. even itu musik 1 nada pun tapi kalo udah namanya musik, tetep ada batasan teori yang terkandung didalamnya.


Quote:

Originally Posted by noviari (Post 209938)
Nha memainkan urutan nada2 itu menjadi sesuatu yang indah itulah yang disebut phrasing.... membuat phrasing yang tepat dan sesuai tema itulah emang gak mudah. Tapi kalo bisa, ya hasilnya bisa seperti itu.. indah, mengena dan bermakna.

Phrasing itu seperti "kalimat nada" . dan kata phrasing sendiri itu kalo di-indonesia-kan (versi "sok tau"nya gw) adalah meng-frase-kan. seinget gw frase itu kan artinya susunan kata-kata / tatanan kata2.

nah, kalimat nada memang paling esensial terutama utk musik instrumental / kalo lagi solo / lead guitar. dan akan menjadi lebih indah kalo ditambahkan dengan teknik2 yg ada spt ibarat misalnya dikasih vibra (misalnya ngomong : "halo" dengan ngomong : "HALOOooo...." (dari aksen besar ke kecil) ) . Phrasing utama nadanya ya kata "HALO" tadi plus kalo ditambahkan teknik / aksen akan lebih bagus karena seperti lebih humanisme, bukan seperti denger suara "halo" di mesin ATM ) :wkwk: :wkwk:


anyway busway, gw setuju kok dgn yg ditulis TS diatas. tapi yg perlu dikoreksi menurut gw (IMHO) yah masalah esensi ditambahin kata2 lead / solo aja supaya lebih jelas teknik pembahasannya ;)


sekali lagi seperti yg diatas2 tadi sebelumnya , tulisan diatas sifatnya IMHO ;) , like or dislike, gapapa bebas aja :)

--gooswyn--

chinmie_lho 18-01-2012 01:23

Quote:

Originally Posted by Vidi Rosen (Post 209934)
Ini pendapat yang sangat bijaksana!!!!!!! Kalo menurut gue sih, semakin banyak kita menguasai berbagai macam teknik akan semakin kita bisa menunjukan suasana hati dan penjiwaan kita terhadap musik yang kita mainkan.

Sama seperti penyair, semakin banyak kata yang dikuasai semakin kaya puisi yang diciptakan, meskipun ada juga penyair yang irit kata, disisi lain penyair yang bisa bikin puisi bagus dengan sedikit kata jumlahnya dikit banget dan you have to be really genius hehehehe, at least teknik basic bermusik harus bener dulu baru kita bisa ngomong soal soul,

Di akhir kata, make love sih anak yang kencingnya sdh bisa lurus di jamin bisa, masalah foreplay yang bisa bikin pasangan panas dingin dan berdebar debar hanya bisa dilakukan oleh orang orang yang berpengalaman dan punya jam terbang tinggi ........!!!!!! Itu pendapat gue lho kalo ente lain ya silahkan saja

Mohon maap kalau ada yg kurang berkenan, maklum nubie :):):):D

contoh lain yang mendukung nih,analoginya menurut gw:
sama kaya orang bawa mobil, kalo baru belajar, boro2 mau nyetir sambil menikmati pemandangan, sedangkan fokusnya masih ngatur kaki, kapan masuk gear, rem, ngasih sein, dll.. kalau kita sudah menguasai cara nyetir dengan baik (sekali lagi, ga perlu jadi pembalap, walaupun punya skill pembalap tidak dilarang dan baik jika dimiliki) baru bisa nyetir sambil nikmati perjalanannya.

jadi kuncinya mungkin ya pelajari musik tersebut sampai "nyaman" supaya lebih menikmati. kalo sudah menikmati, maka "soul"nya pun bisa mengalir lebih baik lagi

noviari 18-01-2012 08:18

Salah satu contoh phrasing yang asik itu menurut gue ada di interlude/lead lagu "Soldier of Fortune"-nya Deep Purple. Di situ Richie Blackmore, salah satu pelopor shredder, justru tidak mengumbar kecepatan, tidak juga menampilkan banyaknya nada yg bisa dipetik, maupun scale yang rumit.

Beliau "hanya" memilih beberapa nada yang tepat saja, kemudian merangkainya menjadi kalimat yang indah... ditambah ornamen legato dan sliding yang pas, sedikit bending dan vibrato.... jadilah potongon melodi yang singkat dan tepat juga indah, bermakna, dan nempel terus di kepala pendengarnya.....


All times are GMT +7. The time now is 09:06.

Powered by vBulletin® Version 3.8.6
Copyright ©2000 - 2013, Jelsoft Enterprises Ltd.
Copyright ©2007 - 2011, bengkelmusik.com. All rights reserved.