• Recent Post

    Bony Ibon

    Hallo semuaa...

    Salam kenal, nama saya Bony
    semoga bisa dapat banyak ilmu disni dari para suhu

    Bony Ibon 4 Days Ago Go to last post
    Vidi Rosen

    Selamat buat Desta atas kehadiran anggota keluarga baru nya

    Kakak Desta selamat ya, semoga menjadi anak yang baik dan menjadi kebanggaan juga bagi orang tuanya. Kalau mau nambah anak lagi boleh tapi kalau mau

    Vidi Rosen 4 Days Ago Go to last post
  • Review Tech 21 :RK 5

    Tech 21 : RK 5
    by Vidi Rosen





    Tech 21 : Rig 5 vs RK 5

    Awalnya gue dapat WA dari Yogi beruang madu yang isinya gambar efek plus yang ada tulisan Fly Rig 5 dan RK5, gue masih belum ngeh, tapi gue langsung berdoa supaya gue dijauhkan dari berbagai cobaan dan godaan. Eh sialnya di FB ada diskusi tentang efek ini plus link you tube yang isinya demo Fly Rig 5 dan RK5, di dalam demo itu ditunjukan kemampuan ke dua efek, kelebihan dan kekurangannya plus perbedaan antara keduanya. Yang menarik adalah filosofi pembuatan seri ini, Tech 21 ingin membuat suatu efek dengan kemampuan yang sangat mumpuni tetapi simple dan ringan buat dibawa kemana-mana. Efek tersebut juga dirancang untuk bisa langsung ke return di amply ataupun direct dan bisa langsung keluar sound yg sdh kita set sebelumnya. Kalaupun perlu adjustment maka sifatnya minimum saja. Dan yang terpenting Tech 21 ingin menjamin bahwa tone yang dihasilkan adalah tone analog.

    Pada titik inilah gue mulai mikir, since gue sudah mulai enek bawa pedal board yang gede untuk Cuma jamming atau main 3 lagu kalo manggung, cuman kalo relay sama amply yang disediakan kok nggak tega juga (lantaran banyak sebelnya dibanding senangnya). Setelah diamatipun gue terasa cocok dengan sound classic rock/vintage drive yang ada di seri ini. Akhirnya gue explore efek ini dengan lebih detail dan hasilnya cukup bagus, tidak ada komentar yang miring dan hampir semuanya positif.
    Masalah pertama muncul ketika gue harus memutuskan apakah mau beli Rig 5 atau RK 5, di dalam site Tech 21 dan demo yang ada di you tube kelihatan perbedaannya ada di drive Rig 5 berbasiskan Marshall Plexi yg vintage nan garing (which gue adalah pecinta plexi meskipun baru tahap bengong ngelihatin amplynya gooswyn) atau RK 5 yang drivenya adalah rancangan Richie Kotzen gitaris telecaster favorit gue yang tonenya lebih kencang dan drivenya cukup galak meskipun tetap classic. Di dalam satu demo ditunjukan RK 5 bisa dibuat mendekati garing glassy nya Marshall Plexy tetapi drive Rig 5 tidak bisa sekencang RK5. Meskipun harus diakui bahwa tone clean crunch nya Rig 5 menurut gue lebih enak, renyah ke garing garingan hehehehe Cuma kadang band gue menuntut tone yang agak kenceng since gitaris partner gue sangat metal soundnya, jadi mesti ngimbangin.
    Poin kedua Richie menjelaskan bahwa dalam desainnya RK 5 dapat membuat sound guitar jadi clean (meskipun sedang di set full overdrive) cukup dengan memainkan knop volume guitar. Hmmm ……….. features yang keren kan? Akhirnya hati mulai gojak gajek, setelah merenung dan kok sialnya ketemu Yogie di acara buka puasa BM, singkat kata akhirnya datang juga Tech 21 RK 5 ke kantor gue.

    Features RK5
    Begitu gue lihat efek ini agak kaget juga karena bentuknya ternyata jauh lebih kecil dari bayangan gue, panjangnya cuma 30 cm tetapi kalau dilihat featuresnya menurut gue sangat mumpuni dibandingkan dengan harga yang sudah gue bayar (sambil celingukan lihat bini gue, karena dia pasti punya pendapat yang berbeda. Apapun yang terkait music pasti dibilang mahal hehehehe). Efek ini dibagi menjadi 3 bagian besar, bagian pertama adalah drive, bagian kedua adalah amply dan bagian ketiga adalah delay/modulasi yang disusun secara seri dan analog (kata bukunya). Kita akan bahas satu persatu :
    Bagian Pertama : Drive
    Drive RK5 berbasiskan drive OMG nya Richie, cukup simple ada tiga knop gain, volume dan tone. Yang menarik di bagian ini tersedia juga features boost yang berfungsi untuk menaikan gain sinyal guitar yang masuk dari input. Buat tele player kayak gue features ini jadi vital karena meskipun gue kejar detail strings dari single pick up adakalanya gue pengen bisa juga pake drive/gain yang kenceng nah features boost ini akan sangat membantu. Untuk lead juga sangat berguna, sehingga sinyal kita bisa lebih terdengar di dalam band.
    Bagian Kedua : Amp
    Bagian ini adalah jantung dari RK5 dirancang untuk bisa berfungsi seperti amply tabung betulan ketika masuk ke return/direct. EQnya ada high, mid, dan treble lengkap dengan drive amply dan volume. Kalau lihat di webnya Tech 21 maka diclaim bahwa keunggulan dari teknologi Tech 21 ada di bagian ini. Features EQ, volume dan gain membuat kita bisa melakukan tone shaping di range yang cukup luas. Bagian ini juga dilengkapi dengan reverb yang juga cukup enak tonenya.
    Bagian Ketiga : DLA (Delay dan Modulasi)
    Di sini kita bisa mendapatkan delay dan bisa dirubah menjadi semacam chorus dengan seting yang cukup mudah.

    LET’S ROCK!!!
    Gue mulai coba efek ini dengan menggunakan guitar Tele 60’s anniversary dan Marshall MG 100 HDFX dengan Kabinet Marshall 1960. Output efek gue masukan ke return dari amply. Sengaja gue pake MG 100 yg solid state biar tahu kalo ketemu amply yg biasa aja bagaimana suaranya. Sesuai petunjuk maka semua features di efek ini gue matikan kecuali bagian Amp, kemudian coba gue cari tone natural tele dan dengan drive minimum saja untuk dapatkan nuansa crystal clearnya tele. Puter puter sedikit EQ. Hmmm …….. ternyata garinggggg euy, string definition cukup jelas tetapi punch dan glassy soundnya terdengar cukup baik. Boleh juga nih. Penasaran, gue naikan drivenya …… eh kok nggak terlalu enak ya. Segera gue balikin ke posisi semula. Terus dengan penasaran gue tekan switch drive OMG dan eureka……. suara drive tabung langsung terdengar, atur setting di sedikit di OMG dan jelas ini adalah sound crunch ala 80’an yang kental. Pas banget sama selera gue. Gue coba atur atur lagi dan gue menemukan sesuatu yang menarik, ternyata memainkan settingan compress antara drive di OMG dan Amp membuat efek ini ……… really kick ass. Mulai dari cruch marshal tahun lama sampai rock yang agak modern di tahun 90-an tercover dengan baik. Salah satu kelebihan efek ini adalah Ricthie ini mendapatkan sound clean dengan cukup mengatur volume knop di guitar, jadi meskipun dia sedang memainkan distorsi yang keras dengan menurunkan volume guitar maka sound dengan segera bisa berubah jadi clean, dan menurut gue features ini cool banget. Karena efek ini signature seri nya Richie ya soundnya agak mirip miriplah. Kalau drivenya di set mentok maka sound guitar heavy metal sampai Grunge di tahun 80-an bisa di cover. Clean tone nya juga sangat baik ….. Memang RK5 tidak bisa membuat tone ala glassy plexy seperti di Rig 5, tetapi ya itu memang pilihannya. Bagian ini juga dilengkapi dengan reverb yang menurut gue cukup enaklah untuk bisa memberi ambience di tone kita. Setelah puas dengan drive gue coba main main dengan delay dan chorus yang ada di bagian belakang, well tonenya cukup okelah dan untuk delaynya dilengkapi dengan tap untuk mengatur jumlah echo yang kita inginkan.

    Kesimpulan
    Setelah menghabiskan waktu beberapa lama dengan efek ini bisa gue simpulkan bahwa efek ini sangat enak dan simple, tonenya sangat analog dan cukup powerful untuk meng cover music dari berbagai genre tetapi tetap focus ke rock 80-90’s karena memang drivenya cukup powerful. Untuk clean tonenya juga cukup OK hanya perlu diingat bahwa efek ini signature seriesnya Ritchie Kotzen jadi tentu dibuat sesuai selera yang bersangkutan. Harga di banding tone dan features yang dapat sangat sesuai. Kalau anda gitaris yang memainkan musik all round yang berorientasi rock 80-90s dan punya requirement tambahan sudah males bawa bawa pedalboard tetapi tetap ingin punya tone yang ciamik maka efek ini adalah jawabannya. Untuk Metalhead, Dead Metal dan kawan kawannya I don’t think this is the right gear for you. Long life rock n roll!!!!!!!!

    This article was originally published in forum thread: Review Tech 21 :RK 5 started by Vidi Rosen View original post
    Comments 19 Comments
    1. trianto's Avatar
      trianto -
      regane piro kumendan?
    1. 4Stringer's Avatar
      4Stringer -
      mantabh neeh...
      not just another sansAmp..
    1. ANDRIES666's Avatar
      ANDRIES666 -
      Jadi teringat 6 tahun yg lalu ketika gue minta dibuatin efek sama dogie revolt yg bentuknya kecil dan ringkas dimana selera musik gue yg rock 80an, hasilnya adalah amp mutator-chorus-delay dijadiin 1 casing seperti multiefek. Setelah itu dia jd dpt order lg dibuatin efek sejenis tapi isinya drive-amp mutator-delay atau drive-amp mutator-reverb, mirip-mirip spt Rig5 atau RK5....tapi si dogie punya ide yg menurut gue brilian dgn membuat colokan input output di setiap efek...jadi bisa diselipin efek lagi diantaranya atau routingnya bisa dirubah dgn nambahin jumper. Maaf ya jadi membandingkan dgn produk merk yg berbeda tapi fungsinya mirip
    1. goei's Avatar
      goei -
      Quote Originally Posted by ANDRIES666 View Post
      ...tapi si dogie punya ide yg menurut gue brilian dgn membuat colokan input output di setiap efek...jadi bisa diselipin efek lagi diantaranya atau routingnya bisa dirubah dgn nambahin jumper. ...
      Gw sempet "selidiki" RK5 dan teman-temannya, tapi sayang gak ada fitur kayak punya doggie itu.
      Puji Tuhan Tech21 gak kepikiran soal fitur itu, kalo nggak gw bisa mata gelap nih..
    1. Vidi Rosen's Avatar
      Vidi Rosen -
      Quote Originally Posted by goei View Post
      Gw sempet "selidiki" RK5 dan teman-temannya, tapi sayang gak ada fitur kayak punya doggie itu.
      Puji Tuhan Tech21 gak kepikiran soal fitur itu, kalo nggak gw bisa mata gelap nih..
      Tech 21 lebih memilih memecah mecah effectnya ketimbang bikin input output hehehehe
    1. Vidi Rosen's Avatar
      Vidi Rosen -
      Quote Originally Posted by ANDRIES666 View Post
      Jadi teringat 6 tahun yg lalu ketika gue minta dibuatin efek sama dogie revolt yg bentuknya kecil dan ringkas dimana selera musik gue yg rock 80an, hasilnya adalah amp mutator-chorus-delay dijadiin 1 casing seperti multiefek. Setelah itu dia jd dpt order lg dibuatin efek sejenis tapi isinya drive-amp mutator-delay atau drive-amp mutator-reverb, mirip-mirip spt Rig5 atau RK5....tapi si dogie punya ide yg menurut gue brilian dgn membuat colokan input output di setiap efek...jadi bisa diselipin efek lagi diantaranya atau routingnya bisa dirubah dgn nambahin jumper. Maaf ya jadi membandingkan dgn produk merk yg berbeda tapi fungsinya mirip
      Iya memang prinsipnya seperti itu hehehehehe jadi bisa dibilang tech 21 meniru eloe sama doggie, tuntut tuh lumayan minta royalty hehehehehe
    1. ANDRIES666's Avatar
      ANDRIES666 -
      Quote Originally Posted by Vidi Rosen View Post
      Iya memang prinsipnya seperti itu hehehehehe jadi bisa dibilang tech 21 meniru eloe sama doggie, tuntut tuh lumayan minta royalty hehehehehe
      Ga usah deh, yg penting terbukti orang Indonesia idenya ngga kalah cemerlang ama orang asing
    1. 4Stringer's Avatar
      4Stringer -
      kalu lihat fiturnya
      kayaknya emang didesign untuk simplicity...
      koneksinya kayak pake 1 pedal stompbox aja




      btw,
      routing delay & reverbnya ternyata paralel..
      asyikk tuh
      kalu lihat posisi reverbnya kan di bagian sansAMP (tengah)
      sedangkan delay terakhir
    1. Vidi Rosen's Avatar
      Vidi Rosen -
      Quote Originally Posted by 4Stringer View Post
      kalu lihat fiturnya
      kayaknya emang didesign untuk simplicity...
      koneksinya kayak pake 1 pedal stompbox aja




      btw,
      routing delay & reverbnya ternyata paralel..
      asyikk tuh
      kalu lihat posisi reverbnya kan di bagian sansAMP (tengah)
      sedangkan delay terakhir
      Yak betul regarding the simplicity pokoknya kalo pengen analog yg tinggal nenteng ... ya gitulah. Bisa colok return dan bisa juga masuk dari input. Reverbnya ada di tengah padahal gue biasanya selalu taruh di paling ujung tapi tetap asik kok.
    1. 4Stringer's Avatar
      4Stringer -
      iyak kumendan,

      kata manualnya, reverb dan delay routingnya paralel
      makanya tetep asyiik
    1. ANDRIES666's Avatar
      ANDRIES666 -
      Lucu ya nama efek OMG
    1. Vidi Rosen's Avatar
      Vidi Rosen -
      Quote Originally Posted by ANDRIES666 View Post
      Lucu ya nama efek OMG
      alternatif selain OMG adalah btw, dll,dst, dsb, hehehehe nanti gue mau bikin ah distorsi di doggie namanya EGP
    1. oppi1's Avatar
      oppi1 -
      pedal inceran...namun belum kesampaian...suwun reviewnya mas...
    1. Vidi Rosen's Avatar
      Vidi Rosen -
      Quote Originally Posted by oppi1 View Post
      pedal inceran...namun belum kesampaian...suwun reviewnya mas...
      Sami sami bro, menurut gue sih harga dan kualitas impas lah kalo memang budgetnya ada maka layak buat diselesaikan hehehehe
    1. oppi1's Avatar
      oppi1 -
      pedal RK5 - gitar Kotzen Tele signature - Conford Amps....asoooiiii mungkin yaa?? hahaha
    1. musicman's Avatar
      musicman -
      ini pedal kayaknya bisa lebih kecil lagi ya, cuma pasti pertimbangin usability-nya..

      @andries : jadi kalo ga mao ada efek lain harus di kasih jumper terus donk di efek buatan dogie itu?
    1. ANDRIES666's Avatar
      ANDRIES666 -
      Quote Originally Posted by musicman View Post
      ini pedal kayaknya bisa lebih kecil lagi ya, cuma pasti pertimbangin usability-nya..

      @andries : jadi kalo ga mao ada efek lain harus di kasih jumper terus donk di efek buatan dogie itu?
      Maaf pak Musicman, bisa tolong diulang pertanyaannya? agak kurang paham. Kalau ga mau ada efek lain langsung aja pakai input di efek yg pertama lalu ambil output di efek yg paling terakhir. Efek yg dogie buat susunannya secara seri, bukan pararel.

      Kalau mau mengubah urutan efeknya pakai kabel jack lg yg dicolok ke salah 1 output efeknya dan masuk ke input efek yg mau dituju, logikanya kayak stompbox....ada plus minusnya...plusnya bisa fleksibel dalam menentukan routing efeknya, juga bisa nambahin efek lain diantara urutan efek2 yg tersedia....minusnya kalau mau diturutin dgn selipin efek diantara input outputnya, tanpa sadar bisa selipin lebih dari 1 efek yg ujung-ujungnya malah seperti 1 pedalboard padahal niatnya pingin simpel.
    1. 4Stringer's Avatar
      4Stringer -
      Cara kerjanya seperti send-return pada ampli..
      Walaupun gak ada efek dalam send-return, tidak perlu jumper untuk meneruskan ke powerAmp.
    1. Aryo's Avatar
      Aryo -
      Ini seperti mengulangi trend yang sudah ada sebelum nya, kalau enggak salah dulu ibanez pernah produksi seperti multi analog juga, trus ada aria pro atau apa gitu, zoom dll.