• [Review] Egnater - Rebel 30

    Rebel 30 adalah ampli mini head yang berdaya 30 watt, menggunakan tabung baik pada sesi preamp maupun poweramp, memiliki fitur yang sangat lengkap dan canggih dibanding ampli lain di kelasnya dengan kualitas sound yang responnya sangat natural seperti ampli tabung vintage tetapi dengan pendekatan yang lebih modern.




    Sebenernya sudah lama punya barang ini, dan sudah lama juga niat pengen bikin artikel reviewnya tapi belum kesampaian. Tapi berhubung banyak yang bertanya setiap ampli ini dipakai dan banyak yang merasa masih asing dengan ampli butik buatan amrik ini, maka saya coba tulis review tentang Rebel 30. Semoga bermanfaat dan informatif.

    Head Ampli dengan dimensi fisik yang lebih kecil dari head ampli standar, juga memiliki berat yang lebih ringan tetapi merupakan ampli tabung penuh. Menggunakan empat tabung 12ax7 pada sesi preamp, dan pada sesi power amp terdapat dua pasang jenis tabung yaitu EL84 dan 6V6 yang digunakan secara sekaligus. Berikut pembahasan berdasarkan aspek fitur yang disediakannya.

    Clean Channel

    Sound clean yang dikeluarkan dari channel ini sangat terasa karakter tabungnya, responsif, dan garing seperti ampli fender umumnya. Pada volume relatif pelan (dibawah 30%) akan menghasilkan clean yang jernih tapi begitu volume di crank up channel ini akan menghasilkan suara clean dirty (clean yang agak drive sedikit tetapi bukan jadi overdrive) khas ampli tabung vintage. Jika volume tidak terlalu kencang (30%-50%) kekotoran drive tergantung dinamika picking, makin keras strumming maka makin kotor suara dan kalau mainnya petikan halus akan jernih suaranya. Sayang tidak ada parameter Gain terpisah pada channel ini sehingga buat menghasilkan suara clean yang jernih pada volume kencang akan sedikit tricky.

    Ampli umum sekelasnya biasanya menggunakan EQ yang berbagi dengan channel drive, atau kalaupun EQ-nya independen hanya diberi parameter ‘Tone’ saja untuk equalisasinya. Pada Rebel 30 disediakan kenop Bass dan Treble untuk mengakomodir tweaking suara channel clean, yang dirasa sudah lebih dari cukup.

    Sebagai tambahan pada channel ini ada switch Tight untuk menambah frekuensi bottom low end dan switch Bright untuk nambah frekuensi tinggi agar lebih terbuka (seperti menggunakan maximizer). Hal ini biasanya buat mengakomodir perbedaan kebutuhan umum pickup single coil dan humbucker.

    Over Drive Channel

    Seperti namanya, Channel Over Drive, sound yang dihasilkan pun sound over drive bukan distorsion, walau kadar drive bisa agak basah tetapi hanya sebatas medium distorsion saja. Kata-kata lama banyak yang menyebutkan kalau ampli tabung harus digeber baru enak buat nge-rock, sepertinya ini sangat cocok dengan Rebel 30. Semakin kencang volumenya maka semakin rapat dan lebih basah drivenya, makin sustain dan membuat mood enak. Tentu saja kalau buat volume kamar akan butuh attenuator buat menerapkan crank up ini biar tidak berisik mengganggu lingkungan, tetapi jika di panggung outdoor hajar aja.

    Karakternya drivenya lebih ke american classic seperti drive ampli fender, tetapi pengalaman dengan eksperimen menggunakan macam-macam pedal booster OD dan EQ (pada effect loop), drive Rebel 30 ini sangat-sangat jinak dan mudah untuk dibentuk. Jika stand alone, drive ampli ini lebih cocok untuk sound permainan blues atau rock, tetapi dengan fleksibilitasnya dapat dibentuk untuk jadi sound yang higain metal sekalipun dengan bantuan EQ dan booster.

    Channel ini memiliki kenop Gain untuk mengatur kadar drive, Volume untuk kekencangan suara, dan set EQ yang terdiri atas Bass, Middle, Treble. Shaping yang dihasilkan EQ channel ini lebih kepada kebutuhan adjustment tone saja, tidak sampai bisa tone shape yang ekstrim. Misalnya jika kenop middle dikecilkan tetap belum menghasilkan drive mid scoop yang metal, hanya sebatas mengurangi mid freq saja.

    Pengaturan Watt

    Ini fitur yang unik karena watt ampli ini diatur bukan dengan switch tapi dengan potensio, masing2 channel bisa diatur secara terpisah besaran daya watt-nya dari 1 watt hingga 30 watt. Perbedaannya secara suara tidak terlalu ekstrim tapi cukup terasa, semakin besar watt-nya makin open dan lebih sustain sedikit, headroom lebih terasa besar juga. Tetapi tidak memberikan perbedaan kadar volume secara signifikan.

    Tube Mix

    Yang istimewa dari Egnater Rebel 30 adalah penggunaan 2 jenis tabung power yaitu EL84 dan 6V6, dimana ampli-ampli sekelasnya biasanya hanya menggunakan salah satu jenis saja. Yang lebih hebat, terdapat kenop Tube Mix yang bisa memilih tidak saja salah satu jenis tabung saja tetapi bisa diatur prosentase penggunaan kedua tabung tersebut secara sekaligus. Kalau saya pribadi lebih suka pada settingan 60% EL84 dan 40% 6V6.

    Line Out (Direct dengan Cabinet Simulator)

    Selain Speaker output juga terdapat Line Out dengan koneksi XLR yang disediakan pada panel belakang, memungkinkan untuk koneksi langsung ke mixer atau FOH tanpa perlu tambahan DI box karena output ini sudah memiliki DI Box internal. Line Out ini juga sudah dilewati fitur Cabinet Simulator dengan kualitas yang matang dan cukup bisa diandalkan dalam mensimulasi speaker, layak digunakan tidak saja untuk live tetapi juga untuk rekaman.

    Dummy Load

    Dengan fitur Dummy Load ini memungkinkan untuk menggunakan head Rebel 30 tanpa perlu dicolok ke cabinet speaker. Fitur ini aktif ketika dipilih Silent Recording Mode dan bukan Play Mode seperti penggunaan biasanya. Pada Silent Recording Mode, output yang keluar hanya dari Line Out saja. Fitur ini memungkinkan untuk rekaman atau live secara direct tanpa menggunakan cabinet.

    Reverb

    Fitur Reverb untuk menghasilkan efek gaung seperti ruangan hanya bisa diaktifkan dan dimatikan melalui footswitch. Yang cukup menarik, kadar output efeknya bisa diatur melalui kenop reverb pada panel belakang secara individual pada masing-masing channel clean dan over drive.

    Tambahan

    Beberapa fitur standar pastinya tidak ketinggalan, Effect Loop untuk konsumsi efek-efek post-drive, 2 output speaker yang memungkinkan membunyikan dua cabinet sekaligus, pilihan impedansi (4,8, dan 16 ohm), beberapa pilihan voltase sehingga tidak perlu khawatir jika dibawa ke negara dengan voltase berbeda, footswitch dengan koneksi jack ¼ stereo (kompatibel dengan merk lain asalkan menggunakan 2 tombol dan jack stereo), dan finishing tampilan fisik yang cukup elegan dan tampak anggun sehingga sangat catchy di panggung.
    This article was originally published in forum thread: [Review] Egnater - Rebel 30 started by musicman View original post