• Gelegar Ampli Tabung di Cilandak - Dari Fun N Share Seputar Ampli

    Komunitas Bengkel Musik kembali mengadakan acara Fun N Share yang kali ini membahas seputar Guitar Amplifier. Ide acara ini sebenarnya sudah cukup lama digagas, namun baru pada tanggal 20 Desember 2014 yang lalu lah acara ini akhirnya bisa terlaksana.

    Dan pada malam minggu itu, rumah kediaman Indra YS yang terletak di daerah belakang CITOS menjadi hingar bingar oleh suara guitar amp yang dibahas di acara Fun N Share kali ini.

    [URL="http://s137.photobucket.com/user/noviari/media/FnS%20Ampli/AllAmps_zpsc4dd1a4b.jpg.html"][/URL]

    Pada acara Fun N Share kali ini, berturut-turut ampli-ampli yang dibahas adalah:
    • Laney Cub Head (disediakan oleh Widia)
    • Jet City JCA22H (disediakan oleh Noviari)
    • Marshall JMP 2061x (disediakan oleh Gooswyn)
    • Laney Iron Heart IRT15H (disediakan oleh Andre Goei)
    • Bugera 6262 (disediakan oleh Widia)
    • Marshall JMP Lead 1987x MK2 (disediakan oleh Gooswyn)
    • Marshall JCM2000 TSL (disediakan oleh kumendan Vidi)
    • Mesa Single Recti (lagi-lagi disediakan oleh Widia)
    • Marshall JVM (disediakan oleh Indra YS sang tuan rumah)


    Untuk menjajal ampli-ampli tersebut digunakan Laney Cub Cabinet 2x12 (disediakan oleh Widia) dan Vox Cabinet V112NT 1x12 (disediakan oleh Gooswyn). Sedangkan gitar menggunakan Tokai Love Rock yang dimainkan oleh Widia.

    Ampli Watt Kecil

    Kesan awal gue melihat Laney Cub Head adalah, ini ampli bakalan gak jauh beda sama Laney Cub 10, karena masih satu seri. Tapi ternyata gue salah. Laney Cub Head ternyata adalah ampli yang jauh lebih garang daripada Laney Cub10. Ampli ini merupakan single channel full tube amp yang menghasilkan sound yang warm, garang dan agak “raw” (kasar). Saat gain rendah, clean yang dihasilkan berasa warm agak dirty dan kasar. Cocok untuk nge-blues. Pada saat gain tinggi, maka yang dihasilkan adalah distorsi yang garang dan kasar. Cocok untuk main rock 70an hingga 80an, tapi juga bisa digunakan untuk main rock yang lebih modern dengan mengatur seting atau menambah booster. Saat full gain, sound-nya berasa agak nge-fuzz.

    Jet City JCA22H merupakan full tube guitar amp yang “all-around”. Ampli ini terdiri atas 2 channel, crunch dan overdrive. Channel crunch pada ampli ini memang bersifat crunch, dalam artian sangat mudah breaks-up. Untuk mendapatkan sound clean, gain harus dibawah jam 9, di atas itu sudah mulai breaks-up. Bahkan saat gain melebihi jam 12, sound crunch yang dihasilkan sudah memasuki area distorsi yang cukup garang.

    Channel overdrive-nya sendiri menghasilkan drive yang tebal dan smooth, cocok untuk lead maupun ritem. Pada saat gain di atas jam 12, distorsi yang dihasilkan lebih compress. Sound distorsi optimal didapat pada posisi gain di jam 2, setelah itu sound yang dihasilkan jadi berasa muddy. Ampli ini bisa digunakan untuk berbagai jenis musik mulai dari pop, blues, hingga rock. Tapi untuk metal atau rock yang modern, sound distorsi ampli ini berasa kurang rapat bottom-end nya.

    Pada saat pertama digenjreng, Laney Iron Heart IRT15H sudah sangat berasa nuansa rock-nya. Bahkan pada saat gain kecil pun, sound clean yang dihasilkan berasa gagah dan fokus di frekuensi mid-low. Distorsi yang dihasilkan ampli full tube 15 watt ini berasa garang, padat, serta memiliki bottom end yang cukup rapat. Memang ampli yang didesain untuk rock. Ampli ini bisa digunakan memainkan rock 80an, 90an, modern rock hingga metal. Warna lampu yang merah menyala seolah membuat tampilan ampli ini sedang terbakar.

    The PLEXI

    Bukan acara Fun N Share namanya bila tidak mengandung racun ganas. Dan racun ganas pada malam hari itu adalah dua buah ampli Marshall yang masuk keluarga Plexi yaitu Marshall JMP 2061x dan Marshall JMP Lead 1987x MK2. Perbedaan kedua ampli yang disediakan oleh Gooswyn ini terletak pada watt-nya. Marshall JMP 2061x berkekuatan 20 watt, sedangkan Marshall JMP Lead 1987x MK2 berkekuatan 50 watt. Perbedaan berasa pada cakupan sound-nya, dimana Marshall JMP Lead 1987x MK2 berasa lebih lebar cakupan sound-nya.

    Marshall Plexi mengasilkan sound clean hingga crunch yang sangat khas. Sound yang dihasilkan berasa begitu natural. Dynamic response-nya pun sangat sensitif terhadap permainan. Dengan kata lain ampli ini sangat menonjolkan kemampuan pemain, bila pemain bermain dengan bagus maka akan terdengar bagus, sebaliknya kalo jelek ya bakal gak ada ampun juga. Kedua ampli ini juga merupakan ampli yang kuenceng buanget. Bahkan Marshall JMP 2061x yang merupakan ampli 20 watt saja menghasilkan sound yang sangat kencang. Apalagi untuk menghasilkan sound crunch distortion, maka mesti di-cranked-up alias disetel kencang. Attenuator is a must for these amps.

    Kedua ampli ini memiliki dua input yaitu high/lead dan bass. Kedua input ini bisa di-stack alias digabungkan, sehingga terjadi gabungan sound yang bright dengan sound yang fokus ke low end, dan menghasilkan sound yang mencakup semua frekuensi.

    Sound yang dihasilkan ampli ini benar-benar cut-through alias tembus. Bukan hanya tembus ada saat main dalam band, tapi yang paling berbahaya sound dari kedua ampli ini tembus sampe ke hati (lebay mode on). Getarannya berasa di jari dan telinga sampe ke hati. Benar-benar racun yang berbahaya.

    Modern High Gain

    Bugera 6262 merupakan ampli yang dirancang untuk menghasilkan sound distorsi untuk rock 80and hingga metal. Clean channel ampli ini saja sudah berasa tegas. Sedangkan lead channel-nya menghasilkan sound distorsi yang rapat, fokus ke mid range tapi juga memiliki high yang smooth dan low/bottom yang cukup deep. Range sound distorsi yang dihasilkan cukup lebar, mulai dari crunchy hingga high gain bahkan modern high gain. Asyik ritem maupun lead.

    Metal head pasti tidak asing lagi dengan Mesa Single Recti. Ampli merupakan salah satu ampli yang banyak digunakan untuk musik modern rock hingga metal. Sound distorsi ampli ini memanglah berasa sangat garang dan gagah. Fokus tapi juga tidak berasa ngompres. Nada-nada yang dihasilkan juga berasa tegas. Kekuatan ampli ini memang pada saat ritem. Ritem jadi berasa penuh, garang, gagah dan lebar. Untuk lead, ampli ini juga asyik, tapi memang lebih asyik kalo menggunakan booster agar lebih smooth.

    Marshall JCM2000 TSL adalah keluarga JCM2000 yang merupakan “usaha” dari Marshall untuk menghasilkan ampli dengan sound yang lebih modern. Dan memang sound yang dihasilkan berasa lebih modern ketimbang Marshall seri JCM800 apalagi plexi. Namun demikin ciri khas sound Marshall yang fokus ke midrange masih sangat berasa, namun dengan low frekuensi yang lebih deep serta bottom end yang lebih rapat.

    Walaupun memiliki banyak channel, Marshall JVM tidaklah menjadi ampli yang nanggung. Keempat channel pada ampli ini masing-masing menghasilkan sound yang matang. Marshall JVM memiliki 2 channel clean dan 2 channel lead/distortion. Masing-masing channel memiliki 3 voicing. Sehingga bila ditotal ampli ini memiliki 4x3 = 12 channel.

    Kedua clean channel pada Marshall JVM menghasilkan sound clean yang asyik. Dan tentu saja bisa di-cranked-up untuk menghasilkan sound yang agak dirty bahkan mulai masuk ke crunch. Dengan pilihan voicing yang banyak, sound clean yang dihasilkan bisa mengcover berbagai jenis musik dari pop, blues, bahkan jazz.

    Sound distorsi dari Marshall tentulah tidak perlu diragukan lagi. Kedua channel lead/distortion dari ampli ini menghasilkan cakupan distorsi yang cukup lebar. Namun pada saat dicoba dengan menggunakan speaker aslinya (ini ampli combo), ternyata sound distorsi yang dihasilkan tidak bisa mendapatkan sound modern high gain. Menurut gue sendiri, sound distorsinya masih mentok di rock 80an.

    Namun semua berubah saat negara api menyerang…. eh maksudnya saat keluaran ampli ini dicokol ke Laney Cub Cabinet. Rupanya cabinet Laney Cub yang agak mendem itu ternyata sangat cocok dipasangkan dengan ampli ini dan menghasilkan sound modern high gain dengan low frekuensi yang deep serta bottom end yang rapat. Karenanya cakupan sound distorsi Marshall JVM memang benar-benar luas, dari rock 70an hingga modern rock bahkan metal.

    The Cabinet

    Seperti telah disebutkan di atas, FnS kali ini menggunakan dua cabinet yaitu Laney Cub Cabinet 2x12 dan Vox Cabinet V112NT 1x12. Laney Cub Cabinet bersifat lebih mendem, fokus di low frekuensi. Sedangkan Vox V112NT lebih bright, fokus di mid-high. Salah satu yang sangat berasa pada FnS kali ini adalah cabinet ternyata sangat menentukan hasil akhir sound suatu ampli. Ampli yang bagus dicolok ke cabinet yang kurang tepat ternyata hasilnya tidak maksimal. Hal ini sangat terdengar pada saat membahas Marshall JVM, yang ternyata lebih optimal bila dicolok ke Laney Cub Cabinet ketimbang menggunakan speaker bawaannya.
    Khusus untuk Laney Cub Cabinet, cabinet ini konon juga cocok untuk ampli-ampli yang memiliki sound yang bright misalnya Fender Bandmaster, dll.

    [URL="http://s137.photobucket.com/user/noviari/media/FnS%20Ampli/MemberswithAmps_zpsfb08fb14.jpg.html"][/URL]
    This article was originally published in forum thread: Gelegar Ampli Tabung di Cilandak - Dari Fun N Share Seputar Ampli started by noviari View original post
    Comments 4 Comments
    1. oppi1's Avatar
      oppi1 -
      waaaaa.....kepingin hadir rek...
    1. SuryaCaroline's Avatar
      SuryaCaroline -
      supacool
    1. andrapgm03's Avatar
      andrapgm03 -
      si donny ngga sempat bawa Mark V nya yah ???
    1. Aryo's Avatar
      Aryo -
      Kalau misal ny dikasih diagram gimana om? soal nya kalau hanya baca kurang jelas.Misal nya begini :