• Cabinet Simulator Shootout

    Cabinet Simulator Shooutout
    Sedikit Kesimpulan dari acara Fun n Share Bengkel Musik 10 juni 2017

    by Faisal Musicman

    Cabinet simulator dalam bentuk fisik yg berbentuk dibox memang sangat membantu untuk mendistribusikan sinyal dari ampli gitar ke mixing console baik dalam situasi Live maupun Rekaman. Khususnya buat gitaris yg menggunakan source yg analog seperti ampli atau pedal preamp.

    Speaker pada ampli gitar merupakan elemen pewarna suara yg perannya cukup vital untuk membuat sound jadi matang. Pada sistem Direct biasanya sinyal jadi tidak melewati speaker sehingga sound masih mentah, disinilah peran Cabinet Simulator, sinyal dibuat matang seolah sudah melewati speaker padahal tidak melewati speaker.

    para pembuat cabinet simulator biasanya memiliki referensi model speaker masing2 dan hasil suaranya bisa sangat subjektif untuk dinilai bagus atau tidaknya. maka perbandingan hasil proses cabinet simulator sangat penting untuk diketahui, bukan menilai bagus atau jeleknya saja, tapi untuk kecocokan dengan selera penggunanya serta mencapai tujuan sound yg diinginkan.

    berikut hasil perbandingan cabinet simulator yang terdapat di beberapa dibox pada workshop ini, selain perbandingan head to head masing2 dibox juga dibandingkan dengan suara yg keluar dari head mesa boogie mark V dengan cabinet speaker V30 :

    1. Behringer - Ultra GI100.
    Fisik relatif besar, dan butuh daya (battere atau phantom power). sound yg dihasilkan cukup matang tapi dengan detil yang kurang jelas dan agak mendem. cukup rekomen untuk dibox cabsim yg murmer, apalagi fisiknya yg kokoh dan tahan banting.

    2. Palmer - PDI-9
    Fisik cukup kecil dan tidak butuh daya. compact dan mudah digunakan. terdapat 3 mode suara tapi percobaan menggunakan mode 'normal'. Hasil sound sangat jelas dan bersih tapi mengubah kontur sound menjadi lebih mid sehingga sound terasa kurang gemuk, dan sedikit agak terasa 'kasar/mentah' tapi bagusnya sound jadi lebih nembus frekuensinya. untuk aplikasi musik all around atau solo/melodi sih hasilnya pas, tapi kalau untuk sound ritem distorsi Rock yang tebal dan gemuk terasa kurang nonjok (punchy) hasilnya.

    3. GFI System - Cabzilla
    Fisik tidak terlalu kecil dan butuh asupan daya pakai adaptor atau battere, terdapat 3 mode suara tapi perbandingan menggunakan mode 'normal'. hasil sound cukup jelas dan bersih, tapi mengubah kontur EQ sinyal naik diarea low-mid jadi terasa nuansa old school. untuk sound yg bluesy, jazzy, distorsi classic rock.. bakal pas banget.

    4. Radial JDX Direct Drive
    Fisik sedang dan butuh daya pakai adaptor. dibox satu ini sangat unik, memiliki semacam gain stage seperti pada sesi poweramp ampli didalamnya. jadi kalau digunakan pada output poweramp ampli nanti terjadi 2x penguatan sinyal, dari ampli dan di dibox sehingga gainnya over dan bisa clipping di mixer. tapi jika menggunakan pedal distorsi, pedal preamp, atau output preamp ampli maka bisa pas hasil gain-nya. Sound yg dihasilkan cukup netral, frekuensi mid tetap terjaga gemuk dan tidak mid-boost tetapi mungkin agak sedikit mendem, bisa diakali dengan menaikan treble di Eq di mixer.

    5. Radial JDX
    Ukuran fisik sedang dan butuh adaptor khusus. dibox ini spesifik hanya untuk mengolah output speaker / poweramp ampli dan tidak bisa untuk output preamp. JDX mampu mengemulasi speaker fisik yg digunakan ampli saat itu. sehingga apa yg terdengar di monitor atau FOH bisa sama persis dengan hasil kontur suara di speaker ampli. kalaupun perlu proses EQ paling hanya sedikit adjustment saja. sangat cocok untuk gitaris yang mengandalkan ampli sendiri dan ingin sistem direct yang simpel dengan suara output monitor sesuai suara ampli.

    7. GFI System - Cabzeus
    Membutuhkan daya dari adaptor, dengan segudang fitur seperti stereo in/out, phone out, didukung dengan software untuk mengatur berbagai parameter pengolah suara yg bisa disimpan dalam 8 memory preset.
    hasil suara yang dihasilkan bisa sangat luas, berkat pilihan simulasi berbagai jenis speaker, pilihan proses miking, proses Eq, simulasi reverb ruang dan segudang parameter lain. hasil suara juga bisa menyamai suara di speaker ampli bahkan bisa lebih baik (sesuai selera) jika tepat tweakingnya. sangat cocok untuk yang suka explorasi tone.
    This article was originally published in forum thread: Cabinet Simulator Shootout started by noviari View original post
    Comments 1 Comment
    1. Vidi Rosen's Avatar
      Vidi Rosen -
      Keren tulisannya